Kamis, 17/08/2023 15:12 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Seorang wanita transgender yang bertugas di angkatan bersenjata Ukraina diserang di jalan-jalan Lviv pada Selasa malam. Penyerang dilaporkan melontarkan cercaan sebelum memukul wajah dia.
Sebuah kelompok hak asasi telah mendesak pejabat federal untuk mengambil tindakan atas kasus tersebut.
Diidentifikasi hanya sebagai Helen, tentara itu mengatakan kepada Kyiv Pride bahwa dia mengunjungi kota Ukraina barat untuk menghadiri pemakaman ibunya, tetapi disapa oleh seorang pria yang mulai "berbicara secara agresif".
"Helen memintanya untuk pergi, dan detik berikutnya pria itu meninju hidungnya, mengatakan `Apa yang kamu, af * g?`" kata organisasi LGBTQ dalam sebuah unggahan di media sosial, seperti dikutip dari Russian Today, Kamis (17/8).
MA Tolak Kasasi Harvey Moeis, Tetap Dihukum 20 Tahun Penjara
Helena Lim Divonis 5 Tahun Penjara Terkait Korupsi Timah
Helena Lim Divonis 5 Tahun Penjara Terkait Korupsi Timah
"Pukulan itu membuat Helen kehilangan keseimbangan dan dia meninjunya beberapa kali lagi sampai dia berhasil menjauh beberapa meter," sambung organisasi itu.
Bagian dari serangan itu terekam dalam video baik oleh Helen dan seorang saksi mata. Prajurit itu terlihat berlumuran darah setelah melakukan tendangan ke wajahnya.
Dia mengatakan, beberapa orang menyaksikan penyerangan itu, tetapi tidak ada yang berusaha untuk campur tangan. Rekaman insiden tersebut tampaknya menunjukkan bahwa seorang pria berusaha menangkap penyerang, tetapi dengan cepat menyerah dan membiarkannya pergi.
Kelompok kebanggaan Ukraina menambahkan bahwa Helen telah bertugas di militer selama tiga tahun, dan menyuarakan harapan bahwa pihak berwenang akan "memberikan perlindungan yang layak untuk pembela kami."
Dia meminta kepolisian nasional dan parlemen Ombudsman Hak Asasi Manusia Dmitry Lubinets untuk menindaklanjuti situasi tersebut dan membawa penyerang ke pengadilan.
Helen bukan satu-satunya tentara transgender yang berjuang atas nama Kiev yang menjadi berita utama dalam beberapa bulan terakhir.
Seorang veteran militer transgender AS dan mantan jurnalis, Sarah Ashton-Cirillo, menarik perhatian media setelah dia ditunjuk sebagai juru bicara pasukan pertahanan teritorial Ukraina awal tahun ini.
Dia dilaporkan mengalami cedera saat bertugas sebagai petugas medis tempur di dekat Kreminna Februari lalu, dan sekarang menjadi pembawa acara berita yang disponsori negara berjudul `Russia Hates the Truth`.
Keyword : Tentara Transgender UkrainaHelen