Jum'at, 04/08/2023 13:17 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan mendalami fakta sidang terkait Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi diduga banyak menitipkan kontraktor dalam proyek pembangunan maupun peningkatan jalur kereta api di beberapa wilayah.
Hal itu diungkapkan pejabat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Harno Trimadi saat bersaksi dalam persidangan kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Kemenhub. Sidang digelar di Pengadilan Tipikor pada PN Semarang, Kamis (3/8/2023) kemarin.
"Tentu kami pastikan akan dalami lebih lanjut fakta sidang tersebut oleh tim Jaksa KPK, maupun pada proses penyidikan yang saat ini masih terus kami selesaikan," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dikonfirmasi, Jumat (4/8).
Harno Trimadi bersaksi untuk terdakwa Direktur PT Istana Putra Agung Dion Renato Sugiarto. Menurut Harno, arahan tentang adanya kontraktor titipan tersebut disampaikan langsung oleh Budi Karya
KPK Geledah Kantor dan Rumah Bupati Tulungagung
Ketua Ombudsman Terima Rp1,5 Miliar dari Bos Tambang Nikel
Ketua Ombudsman Jadi Tersangka, Terbitkan Rekomendasi Khusus untuk PT TSHI
Sebelumnya, Budi Karya telah diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi, pada Rabu (26/7). Budi didalami soal mekanisme dan pengawasan proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur rel kereta di Dirjen Perkeretaapian.
Ali mengatakan, KPK masih menganalisa hasil pemeriksaan yang diperoleh dari Budi Karya. KPk tak segan mengembangkan kasus tersebut jika ditemukan adanya bukti keterlibatan dari Budi Karya Sumadi.
"Sejauh ini yang bersangkutan (Menhub Budi Karya Sumadi) sudah diperiksa sebagai saksi oleh tim penyidik KPK beberapa waktu lalu. Kami selanjutnya masih analisis hasil pemeriksaan dimaksud," tegas Ali.
Untuk diketahui, pejabat Kemenhub Harno Trimadi mengungkapkan bahwa banyak kontraktor titipan Budi Karya Sumadi dalam proyek pembangunan maupun peningkatan jalur kereta api di sejumlah daerah.
Menurut Harno, beberapa kontraktor titipan itu di antaranya untuk pelaksana proyek peningkatan jalur KA Lampegan-Cianjur yang terbagi dalam empat paket.
"Disampaikan sudah ada yang dipastikan ikut di dua paket, yakni anggota DPR dan inisial WH," ucap Harno saat memberikan kesaksian.
Kontraktor lain yang menjadi titipan Menhub, kata dia, yakni seorang pengusaha bernama Billy Haryanto alias Billy Beras.
Dikatakan Harno, Billy beras, ikut dalam lelang paket pekerjaan jalur ganda KA "elevated" antara Solo Balapan-Kadipiro KM 104+900 s.d. KM 106+900 (JGSS 4).
Satu lagi nama yang disebut Harno, yakni Ibnu yang dijelaskan sebagai teman dekat Menhub Budi Karya.
Dia juga menyebut adanya jatah pekerjaan infrastruktur perkeretaapian untuk anggota DPR dari Komisi V yang merupakan mitra Kementerian Perhubungan.
Selain itu, ia menyebut adanya titipan kontraktor dari Ditjen Perkeretaapian
Sejauh ini, KPK telah menetapkan sepuluh tersangka terkait kasus dugaan suap sejumlah proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api.
Kesepuluh orang yang ditetapkan KPK sebagai tersangka, yakni Direktur Prasarana Perkeretaapian Harno Trimadi; PPK Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah (BTP Jabagteng) Bernard Hasibuan, Kepala BTP Jabagteng Putu Sumarjaya, PPK BPKA Sulsel Achmad Affandi, PPK Perawatan Prasarana Perkeretaapian Fadliansyah, dan PPK BTP Jabagbar Syntho Pirjani Hutabarat.
Kemudian, Direktur PT Istana Putra Agung Dion Renato Sugiarto, Direktur PT Dwifarita Fajarkharisma Muchamad Hikmat, serta Yoseph Ibrahim selaku Direktur PT KA Manajemen Properti sampai dengan Februari 2023, dan Parjono selaku VP PT KA Manajemen Properti.