Selasa, 01/08/2023 08:41 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Presiden China, Xi Jinping, yang juga panglima tertinggi militer, pada Senin (31/7) menunjuk kepala angkatan bersenjata baru yang mengawasi misil konvensional - dan nuklir - negara itu.
Dikutip dari Reuters, penunjukkan ini dilakukan sehari sebelum ulang tahun ke-96 berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat (People`s Liberation Army/PLA) pada 1 Agustus.
Wang Houbin, bekas wakil komandan angkatan laut, ditunjuk sebagai kepala baru Pasukan Roket PLA, dan Xu Xisheng, komisaris politik barunya, dengan keduanya memperoleh pangkat tertinggi jenderal, menurut media pemerintah.
Hingga pindah ke Angkatan Roket PLA, Wang telah menjadi wakil komandan angkatan laut sejak 2020. Dia sebelumnya juga menjabat sebagai wakil kepala staf di Angkatan Laut.
10 Hari Terjebak, Warga China Ditemukan Selamat dari Banjir Bandang Nepal
Korban Banjir Nepal-China Tembus 1.325 Orang, 5.584 Orang Masih Hilang
Korban Banjir Nepal-China Tembus 1.300, 5.624 Orang Masih Hilang
Xu sebelumnya adalah wakil komisaris politik Komando Teater Selatan, salah satu dari lima komando teater PLA.
Media pemerintah tidak menyebutkan di mana kepala Pasukan Roket PLA sebelumnya, Li Yuchao, dipindahkan atau menyebutkan keberadaannya.
Xi telah berulang kali mendesak militer untuk memperdalam perang dan perencanaan pertempuran untuk meningkatkan peluang kemenangan dalam pertempuran yang sebenarnya untuk melindungi kedaulatan dan wilayah China.
China mengatakan pihaknya berkomitmen pada strategi pertahanan nuklir, dan berjanji untuk tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu.
Dikatakan juga tidak akan menggunakan atau mengancam untuk menggunakan senjata nuklir terhadap negara-negara yang tidak memiliki senjata nuklir atau zona bebas senjata nuklir.
Sumber: Reuters