Pimpinan dan Pejabat KPK Dapat Teror Karangan Bunga Misterius dari `Tetangga`

Senin, 31/07/2023 14:49 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Pimpinan dan pejabat struktural Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapatkan teror berupa kiriman bunga misterius.

Karangan bunga itu dikirim ke rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata dan Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi Asep Guntur Rahayu.

Dalam foto yang diterima Jurnas.com, karangan bunga di rumah Asep termuat kalimat `Selamat Atas Keberhasilan Anda Bapak Asep Guntur Rahayu Memasuki Pekarangan Tetangga`.

Tidak jelas sosok pengirim dari karangan bunga tersebut. Di bagian bawah hanya termuat tulisan `tetangga` selaku pihak pengirim karangan bunga tersebut.

Kemudian, foto karangan bunga yang ditunjukan kepada Alexander Marwata bertuliskan `Selamat Atas Keberhasilan Bapak Alexander Marwata Memasuki Perkarangan Tetangga`.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan teror kiriman bunga ke rumah pimpinan KPK itu terjadi pada Jumat (28/7) malam. Selain karangan bunga, Ghufron juga mengatakan adanya teror kekerasan yang disampaikan melalui pesan WhatsApp

"Ketika kami dalam beberapa hari ini sedang banyak mendapat tantangan dan ancaman atau teror nyawa dan kekerasan, yang disampaikan ke WA maupun karangan bunga yang dikirim ke rumah rumah struktural dan pimpinan KPK karena memberantas korupsi," kata Ghufron kepada awak media, Senin (31/7/).

Ghufron juga mengaku turut difitnah mengikuti akun porno di Twitter. Ghufron membantah tudingan tersebut dan menyebut sebagai pembunuhan karakternya.

"Serangan pembunuhan karakter ini adalah bagian dari tantangan tersebut. Hentikan menebar isu pembunuhan karakter yang tak penting ini, eman pikiran, perhatian, waktu dan kesempatan Anda mari curahkan untuk memberantas korupsi," katanya.

Ghufron meminta agar semua pihak fokus dalam upaya pemberantasan korupsi. Dia mengaku telah memaafkan pihak yang telah melakukan serangan ke KPK.

"Karenanya saya maafkan dan saya doakan anda semua yang telah berupaya menghina dan merendahkan saya, semoga Anda dan keluarga dimuliakan oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa, dan dilindungi dari hancurnya nama baik karena penyerangan seperti ini," sebut Ghufron.

Ghufron juga meminta masyarakat tidak terkecoh dengan upaya menyerang langkah pemberantasan korupsi. Dia meminta masyarakat untuk terus memberikan dukungan ke KPK.

"Mari kembali membersamai KPK, dukung dan support KPK memberantas korupsi dan tidak memberi celah serta mengikuti setting serangan balik koruptor kepada KPK," kata Ghufron.

Diketahui KPK menetapkan total lima tersangka terkait kasus dugaan korupsi suap menyuap pada pengadaan peralatan pendeteksi korban reruntuhan Tahun Anggaran 2023 di Basarnas RI.

Penetapan tersangka ini buntut dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim penindakan KPK terhadap 11 orang di Cilangkap, Jakarta dan Jatisampurna, Bekasi pada Selasa (25/7) lalu.

Adapun kelima tersangka itu ialah Kabasarnas RI periode 2021-2023 Henri Alfiandi; Anggota TNI AU sekaligus Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas, Letkol Adm Afri Budi Cahyanto.

Kemudian, Komisaris Utama PT Multi Grafika Cipta Sejati (MGCS) Mulsunadi Gunawan; Direktur Utama PT Intertekno Grafika Sejati (IGK) Marilya; dan Direktur Utama PT Kindah Abadi Utama (KAU) Roni Aidil.

Henri bersama dan melalui Afri Budi diduga menerima suap dari beberapa proyek di Basarnas tahun 2021 hingga 2023 sejumlah sekitar Rp88,3 miliar dari berbagai vendor pemenang proyek.

KPK pun menyerahkan proses hukum Henri Alfiandi dan Afri Budi selaku prajurit TNI kepada Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. Sementara tersangka Marilya dan Roni Aidil telah ditahan selama 20 hari pertama.

TERKINI
Tanda Tubuhmu Perlu Detoks Media Sosial, Baik untuk Mental Kualitas Sperma Capai Puncak di Musim Panas, Benarkah Pengaruhi Kesuburan? Kemenhut Diminta Turun Tangan Atasi Penambangan Liar di Banten Mulai 2027, Singapura Hadirkan Terminal Privat di Bandara Changi