Senin, 31/07/2023 14:40 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ketua Umum Partai Golkar 2004-2009 Jusuf Kalla (JK) menolak gerakan isu musyawarah nasional luar biasa (Munaslub). Munaslub diyakini JK bakal menurunkan marwah Partai Golkar pada Pemilu 2024 mendatang.
"Sangat tidak setuju karena itu akan lebih menurunkan marwah Golkar," kata JK usai seminar bertajuk `Pemuda untuk Politik` di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/7).
Mantan Wakil Presiden RI ini mengingatkan, perpecahan di internal bakal memengaruhi perolehan suara Golar di Pemilu 2024. Dia bahkan berkeyakinan Golkar bakal semakin terpuruk jika internal terbelah.
"Bersatu saja belum tentu menang, apalagi tidak bersatu," kata dia.
Fraksi Partai Golkar MPR Dukung Kebijakan Ekspor Satu Pintu
Legislator Golkar: Pancasila Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafal
Sekjen Golkar: Lagu Mas Bahlil Ganteng cukup cute dan menghibur
JK mengatakan, seluruh internal Partai Golkar seharusnya bersatu agar dapat memenangkan Pemilu 2024. Apalagi, penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan itu tinggal sebentar lagi.
"Bersatulah dalam situasi yang krisis ini artinya waktu yang lebih singkat, bagaimana bisa menang kalau pecah gitu kan? Ya, harus bersatu dulu," ucapnya.
Menurut dia, isu `tidak lakunya` Airlangga pada bursa capres atau cawapres tidak bisa dijadikan dalil untik mendorong penyelenggaraan Munaslub.
"Kalau dengan alasan nasib Pak Airlangga nanti tidak terpilih siapa sih yang bisa memastikan siapa yang terpilih?" demikian JK.