Kamis, 20/07/2023 17:16 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Jajaran pengurus DPP Partai Gerindra menyambangi markas Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat pada hari ini, Kamis (20/7).
Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan pertemuan antar kedua partai politik itu untuk menyambung persaudaraan, sekaligus membahas soal kebangsaan.
"Kedatangan kami DPP Partai Gerindra ke DPP Partai Demokrat adalah bagian dari silaturahmi politik, silaturahmi kebangsaan kami dengan partai Demokrat," kata Muzani dalam jumpa pers.
Di mana, kata Muzani, persaudaraan antara kedua partai politik sudah terbentuk dari masing-masing ketua umum, yakni Prabowo Subianto dan Agus Harimurti Yudhoyono.
Temui Macron, Prabowo Bahas Kerja Sama Militer Indonesia-Prancis
Menguji Paradoks Indonesia di Tangan Kekuasaan
Kritik untuk Pemerintahan Harus Objektif, Bukan Bermotif Politik
"Karena itu kami hari ini bersilaturahmi untuk menyambung persaudaraan itu," kata Muzani.
"Dalam persaudaraan itu, tadi kami bicara tentang banyak hal. Pertama kami bicara tentang beberapa persoalan-persoalan umum tentang kebangsaan, kenegaraan," imbuhnya.
Selain itu, Muzani juga mengatakan membahas tentang perlunya partai politik untuk eksis.
"Kami juga bicara tentang bagaimana perlunya partai politik eksis di dalam legislatif, baik di Kabupaten, Kota Provinsi bahkan DPR RI," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Muzani menyampaikan terima kasih kepada Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Teuku Rifki dan jajaran dewan pimpinan pusat Partai Demokrat.
"Terima kasih kepada sekretaris jenderal DPP Partai Demokrat Teuku Rifki dan seluruh jajaran dewan pimpinan pusat Partai Demokrat yang menerima rombongan kami dari partai Gerindra dengan penuh kehangatan, keakraban dan penuh kekeluargaan. Kami memasuki gedung DPP Partai Demokrat ini disambut dengan suasana yang dengan penuh kegembiraan," jelas dia.
Untuk diketahui, Gerindra telah membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Gerindra-PKB akan mengusung Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden (capres) 2024.
Sementara Demokrat telah menggagas Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan NasDem. Ketiga partai politik (parpol) ini bersepakat mengusung Anies Baswedan sebagai bakal capres.