PBB Kecam Negara yang Prioritaskan Utang daripada Pendidikan

Rabu, 12/07/2023 23:43 WIB

New York, Jurnas.com - Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres mengecam sistem keuangan pemerintah global, yang memprioritaskan utang alih-alih meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan.

"Separuh dunia kita sedang tenggelam dalam bencana pembangunan, yang dipicu oleh krisis utang yang menghancurkan," kata Guterres dikutip dari AFP pada Rabu (12/7).

"Sekitar 3,3 miliar orang tinggal di negara-negara yang membelanjakan lebih banyak untuk pembayaran bunga utang daripada untuk pendidikan atau kesehatan," imbuh dia.

Guterres menambahkan, karena sebagian besar utang yang tidak berkelanjutan ini terkonsentrasi di negara-negara miskin, utang tersebut dinilai tidak menimbulkan risiko sistemik terhadap sistem keuangan global.

"Ini fatamorgana. 3,3 miliar orang lebih dari risiko sistemik. Ini kegagalan sistemik," tegas dia.

Menurut laporan berjudul "A World of Debt", total utang publik global mencapai US$92 triliun tahun lalu, meningkat lima kali lipat sejak 2000 silam.

Negara-negara berkembang mengisi hampir 30 persen dari total utang ini, dan nilai utang tumbuh pesat. Meskipun tingkat utang lebih rendah dalam kaitannya dengan PDB, negara miskin dituntut membayar bunga utang lebih tinggi.

"Ini adalah salah satu hasil dari ketimpangan yang dibangun ke dalam sistem keuangan global kita yang sudah ketinggalan zaman, yang mencerminkan dinamika kekuatan kolonial pada era ketika itu diciptakan," jelas Guterres.

TERKINI
Korban Tewas Banjir Nepal Tembus 1.385 Orang, Ribuan Lainnya Masih Hilang IRGC Sebut Sanksi Ekonomi Justru Rugikan AS Dibanding Iran Kian Nyetel, Carlos Espi Jadi Ancaman untuk Mbappe-Vinicius Korban Agresi Israel ke Palestina Terus Bertambah, Tembus 73.651 Orang