Minggu, 09/07/2023 07:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Bali tercatat capai USD1 miliar atau setara Rp 15,17 triliun
Menurut Erick Thohir, pembangunan KEK Kesehatan sangat menguntungkan. Pasalnya, anggaran negara yang digelontorkan untuk membangun Proyek Strategi Nasional (PSN) itu sebesar Rp 1,4 triliun.
Namun, nilai investasi yang diperoleh dari sejumlah investor justru lebih tinggi dari keseluruhan dana pembangunan KEK Kesehatan, Sanur.
"Membangun kompleks (KEK Kesehatan) Rp 1,4 triliun, investasi masuk USD 1 miliar, cocok? Cocok," ungkap Erick Thohir.
Marc Klok Akui Persib Bandung Kewalahan saat Hadapi Bali United
Kejar Rekor Clean Sheet, Teja: Yang Penting Menang Dulu
MVP Lawan Persebaya, Allano: Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Tim
Adapun investor yang masuk dalam pengelolaan KEK Kesehatan salah satunya Mayo Clinic, rumah sakit (RS) terbaik asal Amerika Serikat (AS).
Nantinya, Mayo dan PT Pertamina Bina Medika atau Indonesia Healthcare Corporation (IHC) bersama-sama mengelola Bali International Hospital (BIH) di KEK Kesehatan.
Pertamina Bina Medika berperan penting dalam membangun ekosistem kesehatan Indonesia.
Di lain sisi, Erick optimis keberadaan KEK Kesehatan akan menarik para tenaga kesehatan diaspora di luar negeri. Saat ini sudah ada sepuluh diaspora yang sudah mendaftar diri bergabung dengan BIH.
KEK Kesehatan, lanjut Erick, juga menjadi wadah pertemuan para dokter Indonesia untuk memperbaharui sekaligus mengintervensi 2 juta masyarakat Indonesia terus berobat keluar negeri.
Keyword : KEK KesehatanSanurErick Thohir