Wakil Ketua MPR Ucapkan Belasungkawa Kepada Jemaah yang Wafat

Selasa, 04/07/2023 12:32 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan ber-belasungkawa atas wafatnya 266 jemaah haji pada pelaksanaan haji tahun 2023. Rinciannya, 154 jemaah haji wafat sebelum masa puncak haji dan 112 jemaah haji wafat pada saat hari puncak haji tahun 2023.

Syarief Hasan menyampaikan perasaan duka yang mendalam. "Saya atas nama pimpinan MPR RI dari fraksi Partai Demokrat menyampaikan perasaan duka yang mendalam kepada para keluarga yang ditinggalkan. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan," ungkap Syarief Hasan.

Syarief Hasan juga berharap, Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap jemaah haji asal Indonesia. "Banyak dari jemaah haji Indonesia memerlukan pelayanan dan perhatian kesehatan yang prima, baik pada saat persiapan, pelaksanaan, dan pemulangan jemaah haji asal Indonesia," ungkap Syarief Hasan

Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKIH) di Mekah memberikan penjelasan yang mengatakan, mayoritas peserta haji yang wafat merupakan lanjut usia (lansia). Penyebab utamanya karena penyakit jantung, gangguan saluran pernapasan, dan heat stroke. KKIH mengungkapkan penyebab utamanya para jemaah memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Syarief Hasan berharap, Pemerintah dapat membuat pengaturan yang lebih baik. "Agar kasus-kasus seperti itu tidak terulang kembali pada tahun-tahun mendatang, jemaah haji yang tidak memungkinkan secara fisik sebaiknya digantikan atau dibadalkan saja. Ini dapat memperkecil resiko kematian akibat kecapean ataupun penyakit bawaan," ungkap Syarief Hasan.

Syarief Hasan berharap, Pemerintah memperketat pemeriksaan jemaah haji di masa depan. "Pasien dengan komorbid yang dibawa dari Tanah Air menjadi faktor yang harus mendapatkan perhatian. Perlu dilakukan antisipasi-antisipasi dengan pemeriksaan kembali para jemaah yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan," ungkap Syarief Hasan.

Politisi senior Partai Demokrat ini juga mendorong Pemerintah untuk memperkuat hubungan dengan penyelenggara haji di Mekah. "Memang perlu ada komunikasi yang intensif dengan penyelenggara haji di Mekah agar berbagai masalah pada saat pemberangkatan, pelaksanaan, dan pemulangan dapat ditanggulangi dengan baik." ungkap Syarief Hasan.

TERKINI
Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah Bolehkah Meminta Kematian Saat Ditimpa Ujian Berat? Ini Hukum Pamer Kekayaan atau Flexing dalam Islam Inilah Ciri-Ciri Mukmin Sejati Menjelang Kematian