Selasa, 04/07/2023 11:54 WIB
Jenewa, Jurnas.com - Pekan ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menggelar pertemuan global guna membahas peta batas kecerdasan buatan (artificial intellgince/AI), serta memanfaatkan potensinya untuk membantu manusia.
Dari pertemuan ini, PBB ingin menyusu cetak biru yang jelas mengenai penanganan AI ke depan, seiring perkembangan teknologi yang melampaui kapasitas manusia saat ini.
Kegiatan `AI for Good Global Summit` yang berlangsung di Jenewa pada Kamis-Jumat pekan ini, akan mempertemukan sekitar 3.000 ahli dari berbagai macam perusahaan, termasuk Microsoft dan Amazon, juga universitas dan organisasi internasional.
"Teknologi ini bergerak cepat. Ini adalah peluang nyata bagi suara-suara terkemuka di dunia tentang AI untuk berkumpul di panggung global dan untuk mengatasi masalah tata kelola," kata Kepala Persatuan Telekomunikasi Internasional, Doreen Bogdan-Martin dikutip dari AFP pada Selasa (4/7).
PBB: 2025 Tahun Paling Mematikan bagi Pengungsi Rohingya di Laut
Tak Cuma Mengecam, Begini Balasan Italia usai Pasukannya Diserang Israel
Legislator NasDem Dorong PBB Tindak Tegas Pelaku Serangan UNIFIL
"Tidak melakukan apa-apa bukanlah suatu pilihan. Kemanusiaan bergantung padanya. Jadi kita harus terlibat dan mencoba dan memastikan masa depan yang bertanggung jawab dengan AI," sambung dia.
KTT ini, lanjut Bogdan-Martin, juga ingin mengidentifikasi penggunaan AI untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB yang masih tertinggal, seperti isu kesehatan, iklim, kemiskinan, kelaparan, dan air bersih.
Dia menyebut AI tidak boleh memperburuk ketidaksetaraan sosial atau memperkenalkan bias pada ras, gender, politik, budaya, agama, atau kekayaan.
"KTT ini dapat membantu memastikan bahwa AI memetakan arah yang bermanfaat bagi umat manusia," ujar Sekjen PBB Antonio Guterres dalam kesempatan lainnya.
Keyword : Kecerdasan Buatan Artificial Intelligence PBB