Ukraina Ragukan Kemampuan Tank Lapis Baja Prancis

Minggu, 02/07/2023 21:20 WIB

Donetsk, Jurnas.com - Ukraina meragukan kemampuan tank tempur lapis baja ringan yang dikirim Prancis ke Kiev, guna membantu melawan invasi Rusia. Hal ini disampaikan salah seorang komandan Ukraina.

Dikatakan, kendaraan tempur tipe infanteri AMX-10 RC yang masuk dalam spesifikasi tank ringan, tidak praktis dalam menghalau serangan musuh di garis depan.

Dikutip dari AFP pada Minggu (2/7), komandan dengan nama panggilan Spartanet itu mengungkapkan bahwa sebelumnya satu awak beranggotakan empat orang, tewas karena mengendarai tank lapis baja tipis.

"Tank baja tipis dapat digunakan sebagai pendukung tembakan, tetapi tidak dalam serangan garis depan. Sayangnya, ada satu kasus ketika kru tewas di dalam kendaraan tersebut," kata Spartanet.

"Ada tembakan artileri dan sebuah peluru meledak di dekat kendaraan, pecahannya menembus lapis baja dan set amunisi diledakkan," imbuh dia.

"Senapannya bagus, perangkat observasinya sangat bagus. Tapi sayangnya ada armor tipis dan tidak praktis untuk digunakan di garis depan (serangan)."

Dia menambahkan bahwa AMX-10 Prancis juga memiliki masalah dengan kotak persneling yang mogok, mungkin karena penggunaannya di jalan tanah.

"Hanya mengirim kendaraan (AMX-10) (untuk pertempuran) sehingga mereka dihancurkan, saya menganggap itu tidak praktis dan tidak perlu karena itu terutama risiko bagi kru," kata Spartanet.

Diketahui, tank ini memiliki berat sekitar 20 ton dan memiliki roda, bukan trek. Kendaraan tempur tersebut dikembangkan pada tahun 1970-an, dan angkatan bersenjata Prancis mulai menggantinya dengan kendaraan yang lebih modern yang disebut Jaguar.

TERKINI
PTPN I: Pancasila Jangkar Moral Hadapi Tantangan Global 3 Tokoh Utama Perumus Pancasila dan Kontribusi Pemikiran Emasnya KPK Ungkap 20 Forwarder Terseret Korupsi di Ditjen Bea Cukai KPK Limpahkan Perkara Yaqut Cholil ke Pengadilan Setalah Musim Haji 2026