Sabtu, 01/07/2023 17:32 WIB
Phnom Penh, Jurnas.com - Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, mulai melunak pasca mengancam bakal mencekal Facebook di negara tersebut. Namun, dia menegaskan kantor perwakilan perusahaan itu tetap dilarang.
Pada Jumat (30/6) malam, Hun Sen mengatakan bahwa dirinya tidak berniat memblokir Facebook. Hal ini disampaikan pasca Meta, induk Facebook, menghapus video Hun Sen mengancam lawan politik.
"Saya tidak punya niat untuk melarang Facebook di Kamboja," kata Hun Sen dikutip dari AFP pada Sabtu (1/7).
"Saya tidak sebodoh itu untuk menghalangi penghidupan semua orang," imbuh dia.
Konglomerat Kamboja Dituding Cuci Uang Lewat Properti Mewah di Jepang
Kamboja Tutup 190 Pusat Penipuan Online dalam Operasi Besar
Kompleks Penipuan Daring di Kamboja Terbongkar, Begini Cara Kerjanya
Sementara itu, Kementerian Telekomunikasi Kamboja menyebut kantor perwakilan Facebook dilarang karena dianggap melakukan campur tangan dalam urusan politik negara.
Meta juga menolak mengomentari keputusan tersebut, maupun membeberkan jumlah karyawan perwakilan di Kamboja yang terimbas oleh pengusiran itu.
Sebelumnya, Facebook mengumumkan bahwa perusahaan telah menghapus salah satu video Hun Sen. Dalam video yang direkam pada Januari lalu itu, Hun Sen mengancam lawan politiknya dengan tindakan hukum, jika menuding partainya melakukan pencurian suara.