Jum'at, 23/06/2023 19:27 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung penuh budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik yang kini digemari masyarakat perkotaan.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menilai budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik yang kini tengah marak di masyarakat perkotaan perlu didukung lantaran menjadi langkah yang baik dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
"Pertanian perkotaan (urban farming) melalui budidaya tanaman sistem hidroponik selain bisa menambah pendapatan juga mendukung langkah pemerintah dalam rangka ketahanan pangan," kata Syahrul dalam siaran persnya.
Di sisi lain, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menilai, selain mendukung ketahanan pangan, budidaya tanaman sistem hidroponik juga sangat mendukung keberadaan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).
AirNav Panen Perdana Melon Hasil Petani Binaan di Boyolali
Kemenhaj Gandeng Bulog dan Kementan Ekspor Beras untuk Konsumsi Jemaah Haji
Pupuk Subsidi Siap Diedarkan, Ini Jadwal Distribusinya
Dedi memaparkan, tanaman pangan dan holtikultura bisa ditanam menggunakan sistem hidroponik. Kuncinya dengan melakukan pengaturan nutrisi untuk bisa meningkatkan produktivitas.
"Apalagi kalau hidroponiknya dipadukan dengan screen house, itu akan mengontrol micro climate seperti suhu, cahaya, kelembaban yang intinya bisa menggenjot fotosintesis yang akhirnya bisa menggenjot produktivitas," katanya.
Atas dasar itulah, Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Kalimantan Selatan bersama Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP (Binuang) menyelenggarakan Bimtek bagi wirausaha pemula budidaya tanaman hidroponik yang dilanjutkan dengan kegiatan sertifikasi kompetensi skema pemelihara tanaman hidroponik.
Bimtek ini diselenggarakan mulai tanggal 19 hingga 23 Juni 2023 yang berlokasi di BBPP Binuang.
Kepala BBPP Binuang, Bambang Haryanto melalui Subkoordinator Penyelenggara Pelatihan Aparatur, Soleh Wahyudi mengatakan, peserta bimtek dan sertifikasi berjumlah 30 orang peserta yang berasal dari Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.
"Peserta merupakan pelaku yang sudah melaksanakan budidaya tanaman hidroponik," ungkapnya.
Koordinator Asesor kompetensi skema pemelihara tanaman hidroponik, Sunandar mengatakan seluruh asesi (peserta sertifikasi) dinyatakan kompeten.