Fahri Hamzah: Hanya Prabowo yang Memungkinkan Jadi Capres

Kamis, 22/06/2023 18:08 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah menegaskan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan waktu pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yakni 19 Oktober 2023. 

Atas dasar itu, Fahri menjelaskan para bakal capres mulai dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, ataupun yang lainnya belum ada ikatan formal dan legal selama belum didaftarkan ke KPU secara resmi.

Fahri berkata, tidak ada proses formal, legal, dan konstitusional sebelum 19 Oktober 2023.

"Ini semua masih pertemuan keperdataan, informal, tidak legal dan tidak konstitusional maka pada dasarnya tidak ada ikatan," kata Fahri kepada awak media di Jakarta pada Kamis (22/6).

Namun jika berbicara terkait orang per orang, menurut Fahri, hanya Prabowo yang memungkinkan. Alasanya, dikarenakan pengalaman Prabowo selama ini yang tidak asing dengan dunia pemilihan presiden (pilpres).

"Karena juga momennya itu lebih informal, maka yang sudah kelihatan pernah menjadi capres, pernah berdebat, record-nya panjang, cuma Prabowo," sebut Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu.

Sementara untuk Ganjar, walaupun pernah menjabat sebagai Gubernur Jateng selama dua periode, namun yang bersangkutan belum pernah menjadi capres.

Termasuk Anies, yang menurut Fahri, pengalaman kepemimpinan hanya sebagai Gubernur DKI Jakarta, bukan gubernur karena tidak punya wali kota dan bupati.  

"Jadi saya kalau ditanya-tanya dari sisi itu nya, yang kita bisa lihat dan kemungkinan mendapatkan transaksi langsung oleh pemilih dugaan saya Prabowo, karena dianggap dia sudah tuntas," pungkas calon legislatif atau caleg Partai Gelora untuk Dapil NTB I tersebut.

 

 

 

TERKINI
Delegasi Dunia Kagumi Kearifan Lokal di Lapas Bangli dan Bapas Karangasem 10 Ucapan Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika 2026 yang Penuh Makna 71 Tahun Konferensi Asia Afrika: Warisan Bandung di Tengah Dunia Bergejolak "Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung