Pipa Gas Terakhir Rusia ke Eropa Terancam Disetop

Kamis, 22/06/2023 17:12 WIB

Moskow, Jurnas.com - Eropa terancam tidak lagi mendapatkan aliran gas dari pipa terakhir Rusia, yang saat ini menjadi satu-satunya mengalir melalui Ukraina di tengah invasi Moskow.

Menurut laporan Financial Times yang dikutip Reuters pada Kamis (22/6), kontrak Ukraina bersam Gazprom, perusahaan gas asal Rusia, akan berakhir tahun depan menurut keterangan Menteri Energi Ukraina, Herman Galuschenko.

Kemungkinan Kiev dan Moskow menandatangani pembaruan kontrak lima tahunan sangat tipis, meski rute melalui Ukraina menyumbang hampir 5 persen dari total impor gas Eropa. Terakhir kali kedua negara menyepakati penyaluran gas pada 2019 silam.

"Saya benar-benar tidak dapat membayangkan bagaimana hal itu bisa dilakukan secara bilateral," kata Galuschenko. Dia menambahkan bahwa Ukraina sedang bersiap dengan pengurangan pasokan.

Pada April lalu, Gazprom memperingatkan bahwa kemampuan Eropa untuk mempertahankan stok gas yang cukup sebelum musim dingin 2023/2024, bergantung pada permintaan Asia, mengingat pasokan yang sangat rendah dari Rusia.

Harga gas Eropa naik tahun lalu menyusul ancaman Gazprom untuk memotong aliran ke Moldova. Selain itu, rute pasokan yang melewati Ukraina saat ini pipa gas Rusia terakhir yang berfungsi ke Eropa.

Sementara itu, Eropa yang dibayang-bayangi kekurangan gas, tahun lalu berinvestasi besar-besaran dalam impor LNG, dan mengadopsi regulasi penghematan gas guna mencegah kekurangan pasokan.

TERKINI
Fellowship Tanoto Foundation Cohort Dibuka, Ini Kriteria dan Jadwalnya PGRI Desak Pemerintah Buka CPNS Guru dan Setop Skema PPPK Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi Gencatan Senjata Masih Berlaku, Israel Terus Bombardir Gaza