Kisruh Politik Lebanon, Prancis Kirim Utusan Khusus

Senin, 19/06/2023 02:01 WIB

Paris, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis, Jean-Yves Le Drian selaku utusan khusus Presiden Emmanuel Macron, akan bertolak ke Lebanon pada Rabu pekan ini. Tujuannya, untuk menyelesaikan krisis politik yang membuat negara itu tanpa kepala negara selama lebih dari setengah tahun.

Sumber anonim yang dikutip oleh AFP pada Senin (19/6) mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum diketahui seberapa lama Menlu Prancis akan berada di Beirut, Lebanon, dan pejabat yang akan ditemui oleh utusan khusus tersebut.

Rencana kunjungan ini muncul usai anggota parlemen Lebanon pekan lalu gagal untuk ke-12 kalinya memilih presiden baru. Kebuntuan itu kabarnya membuat Paris kesal, karena krisis ekonomi dan keuangan terus memuncak.

Kepentingan Prancis dapat dipahami. Sebagai mantan penjajah Lebanon dan memberikan pengaruh terbesar terhadap negara Timur Tengah itu hingga saat ini, Prancis menghadapi persaingan dari dua negara, yakni Arab Saudi dan Iran.

Saudi memiliki pengaruh besar terhadap kelompok Muslim Sunni. Sementara itu, Iran mengandalkan gerakan Muslim Syiah yang dipimpin oleh Hizbullah.

Sebelumnya, Macron dan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman dalam pembicaraan pekan lalu menyerukan diakhirinya kekosongan politik di Lebanon, pasca masa jabatan Michel Aoun berakhir Oktober tahun lalu tanpa adanya pengganti.

Friksi yang berlangsung sengit antara kelompok militer Hizbullah dan lawan-lawannya membuat situasi di Beirut kian memburuk.

TERKINI
Ini Alasan Hari Kartini Selalu Identik dengan Kebaya Selain Kartini, Ini 4 Perempuan Pejuang Pendidikan di Indonesia Peringatan Hari Kartini Setiap 21 April: Ini Sejarah hingga Tujuannya 21 April 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini