SBY Merasa Tertekan dari Kekuatan Politik Penguasa

Selasa, 14/02/2017 22:16 WIB

Jakarta - Mantan Presiden Keenam Indonesia,  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pernyataan prihatin terhadap kondisi demokrasi saat ini. Dia mengaku mendapat tekanan dari kekuatan politik penguasa yang tidak hanya mengarah terhadap keluarganya, juga kepada rekan dan kolega dirinya selama ini.

"Terus terang bulan ini banyak yang tidak berani ketemu saya dan tidak terima telepon. Katanya takut disadap dan ikutan susah," ujar SBY dalam konferensi pers di kediaman pribadinya di Mega Kuningan Timur VII 26, Jakarta Selatan, Selasa malam (14/2/2017)..

SBY mengatakan,  pihaknya baru saja melakukan dzikir dan doa bersama sebelum akhirnya memberikan pernyataan publik mengenai berbagai situasi politik yang menyudutkannya. "Kami malam ini tengah melakukan dzikir dan doa,  setelah empat bulan lebih kami semua dan tim pemenangan agus silvy berikhtiar. Waktunya buat berserah diri," ucapnya.

Lebih lanjut SBY menegaskan, pihaknya terpaksa memberikan klarifikasi publik atas tuduhan Mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang mengaitkan dirinya dengan kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Ia menilai ucapan Antasari tersebut diskenario pihak tertentu dengan tujuan menyudutkan dirinya.

"Tiba tiba hari ini ada serangan. Black campaign. Yang disampaikan Antasari, mantan narapidana yang dapat grasi dari Presiden Jokowi," paparnya.

Seperti diketahui, Mantan Ketua KPK Antasari Azhar melaporkan dugaan kriminalisasi terhadap dirinya ke Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (14/2/2017). Ia menganggap kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, yang menjeratnya,  merupakan rekayasa pihak tertentu berkitan dengan perkara yang ditangani KPK saat ia menjabat Ketua KPK.

Selain melapor ke pihak kepolisian, Antasari menuding SBY mengetahui kasus yang membuatnya dipenjara. "Kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, jujur. Dia tau perkara saya," ucapnya Selasa (14/2/2017).

TERKINI
Konsumsi Garam Berlebih Diduga Percepat Penurunan Daya Ingat pada Pria Meski IHSG Menguat, Lima Saham Ini Terkoreksi Lima Saham Topang Penguatan Bursa Pekan ini Pekan Ini, IHSG Menguat 2,35 Persen