Selasa, 06/06/2023 06:40 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba mengatakan, Ukraina memiliki cukup senjata untuk memulai serangan balasannya terhadap Rusia, dan operasi itu akan memberi negara itu kemenangan yang dibutuhkannya untuk bergabung dengan NATO.
"Keanggotaan aliansi militer mungkin hanya mungkin bagi Ukraina setelah berakhirnya permusuhan aktif," kata Kuleba di Kyiv dalam sebuah wawancara dengan Reuters.
Ukraina selama berbulan-bulan melakukan serangan untuk merebut kembali wilayah yang diduduki Rusia, menggunakan tank, mobil lapis baja, dan artileri yang disumbangkan oleh sekutu Baratnya.
Kuleba tidak mengatakan apakah serangan balasan telah dimulai saat ditanya. Dia menjawab bahwa yang terpenting bukanlah kapan dimulainya, tetapi berakhir dengan kemenangan Ukraina.
Iran Siapkan Serangan Balasan usai Teheran Dibom Israel-AS
Rusia Umumkan Gencatan Senjata Lokal di PLTN Zaporizhzhia
Intelijen Kenya Ungkap Bayaran Tentara Rusia, Dua Digit per Bulan!
Kuleba mengatakan keanggotaan NATO adalah target besar berikutnya dalam agenda Ukraina setelah beberapa sekutunya setuju untuk melatih pilot Ukraina di jet tempur F-16 yang didambakan oleh Kyiv.
"Kami (sudah) membuka kunci semua senjata.... Tidak ada lagi yang besar untuk diperjuangkan," kata Kuleba.
"Keanggotaan NATO tidak dapat menghentikan perang ini, tetapi keanggotaan NATO akan menghentikan perang lebih lanjut. Inilah sebabnya mengapa cara terbaik untuk memastikan keamanan di kawasan ini adalah saat Ukraina menjadi anggota NATO," katanya.