Pengakuan Antasari, Sebut SBY dan Harry Tanoe

Selasa, 14/02/2017 15:54 WIB

Jakarta - Usai mendatangi dan melaporkan peristiwa di kantor sementara Bareskrim di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Antasari Azhar sedikit memberikan pengakuan soal pelaporannya tersebut.

Mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mengakui bahwa ada keterlibatan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu masih menjabat sebagai presiden. Menurutnya SBY ikut mengintervensi agar Aulia Pohan, besan SBY, tidak ditangkap KPK pada tahun 2008 lalu.

Lebih lanjut Antasari menjelaskan, bahwa pesan itu disampaikan oleh Harry Tanoesudibjo yang mendatangi rumahnya di bilangan BSD. Melalui Harry Tanoe itulah permintaan Cikeas disampaikan. Jika permintaan Cikeas tidak dipenuhi, keselamatan Antasari sebagai taruhannya. Namun, Antasari
menolak melaksanakan pesan tersebut dengan alasan bahwa KPK sudah ada SOP-nya.

“Dia datang malam-malam ke rumah saya. Orang itu siapa? Orang itu adalah Harry Tanoesudibjo. Beliau diutus oleh Cikeas (SBY) dan meminta agar saya tidak menahan Aulia Pohan. Dia mengatakan menemui saya ketika itu karena diperintah,” ujar Antasari dalam konferensi persnya usai melapor ke Bareskrim pada Selasa (14/2).

Secara tegas, Antasari mengatakan kepada Harry Tanoe, bahwa di KPK, setelah tersangka maka harusnya ditahan. Antasari juga menyampaikan kepada pembawa pesan tersebut, bahwa apapun resiko dari keputusannya is siap menghadapi. Sebab, kata Antasari, itu adalah konsekuensi atas profesinya sebagai penegak hukum.[]

TERKINI
Hizbullah: Gencatan Senjata Tidak Bisa Sepihak, Janji Balas Serangan Israel Parlemen Klaim Kemenangan Iran, Sebut Gencatan Senjata Strategi Insiden Delay Bagasi Parah di Bandara KLIA, Menteri Panggil Pengelola Ilmuwan Temukan 600.000 Protein Mikroba Pemakan Plastik di Seluruh Bumi