25 Tahun Reformasi, Adian: Ini Kebebasan yang Ditebus dengan Darah

Sabtu, 13/05/2023 19:30 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Sekjen Pena 98 Adian Napitupulu menegaskan bahwa rakyat Indonesia, utamanya mahasiswa harus mengetahui sejarah di balik reformasi yang berujung pada kebebasan saat ini.

Pernyataan tersebut diutarakan untuk mengenang 25 Tahun Reformasi di Graha Pena 98, Jakarta, Sabtu (13/5).

"Rakyat harus tahu bahwa 25 tahun yang lalu tanggal 13-14 Mei itu ada 189 perempuan diperkosa di Jakarta, 1217 orang meninggal di Jakarta, ratusan bangunan hancur di Jakarta," kata Adian.

Dia tegaskan, kebebasan yang dirasakan saat ini tidak didapatkan secara gratis.

"Ada lebih dari 20 mahasiswa meninggal ditembak. Ini kebebasan yang ditebus dengan darah,” tegas Adian.

Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP ini menegaskan kebebasan yang diraih dengan pengorbanan itulah yang dirasakan oleh semua rakyat saat ini termasuk media dan partai politik.

"Kalau tidak reformasi, enggak ada itu partai-partai baru, teman-teman media gampang diberedel. Mereka yang bicara bisa ditangkap, diculik, dan sebagainya," jelasnya.

Kendati begitu, Adian mengakui reformasi saat ini masih belum sempurna, oleh karena itu dibutuhkan dukungan oleh semua lapisan masyarakat.

"Masih jauh jalannya. Kita butuh dukungan teman-teman mahasiswa. Pertama mereka harus mengerti sejarah kebebasan," jelas Adian.

Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menyaksikan pameran foto tersebut. Hadir juga perwakilan mahasiswa dari 50 kampus yang tersebar di penjuru Indonesia.

 

TERKINI
Hari Konsumen Nasional Diperingati 20 April, Ini Sejarah hingga Tujuannya 20 April 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini Liam Delap: Chelsea Tak Pantas Kalah dari Manchester United Caicedo: Chesea Belum Menyerah Kejar Tiket Liga Champions