Minggu, 07/05/2023 08:30 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, Amerika Serikat (AS) terutama harus disalahkan atas ledakan mobil yang menewaskan satu orang dan melukai penulis pro-Kremlin Zakhar Prilepin.
"Tanggung jawab atas aksi teroris ini, dan yang lainnya, tidak hanya terletak pada Ukraina, tetapi juga pada pemikir Baratnya, terutama AS,” kata kementerian tersebut seperti dikutip dari Al Arabiya News, Minggu (7/5).
Ledakan itu sendiri dilaporkan terjadi di wilayah Nizhny Novgorod atau sekitar 400 kilometer timur Moskow, pada Sabtu (6/5), pukul 11.00 waktu setempat.
"Kurangnya kecaman oleh Washington setelah aksi teroris lainnya mengungkapkan diri," tambah pernyataan itu. "Keheningan organisasi internasional yang relevan tidak dapat diterima."
Apa Itu Loving Day? Ini Sejarah, Makna, dan Tujuannya
10 Tokoh yang Wajahnya Pernah Menghiasi Uang Dolar AS
Trump Disebut Pernah Bahas Opsi Serangan Nuklir terhadap Iran
Kementerian itu mengatakan bahwa serangan terhadap Prilepin, pendukung vokal ofensif Ukraina, adalah manifestasi lain dari pendekatan sistemik (Kyiv) untuk menghilangkan lawan ideologis.
"Metode semacam itu secara aktif ditanamkan di Ukraina sejak 2014 berkat upaya Washington," katanya.
Moskow melihat revolusi Maidan pro-Uni Eropa 2014 di Ukraina sebagai kudeta yang didukung Barat yang bertujuan melemahkan Rusia dalam apa yang dianggapnya sebagai lingkup pengaruhnya.