Kamis, 04/05/2023 13:53 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Dalam rangka memperingati 25 tahun reformasi 1998, Persatuan Nasional Aktivis 98 (Pena 98) menggelar sejumlah kegiatan reflektif untuk menolak lupa kediktatoran rezim Soeharto.
Aktivis 98 M. Sopiyan mengatakan, Pena 98 mengawali kegiatan dengan menggelar diskusi publik di 20 kota di seluruh Indonesia untuk merefleksikan reformasi. Acara ini digelar sejak 6 Mei hingga 21 Mei 2023 nanti.
“Materinya berupa refleksi sejarah dan evaluasi 25 tahun reformasi. Dimulai dari tanggal 6 Mei sd 21 Mei 2023,” kata Sopiyan saat jumpa pers di Graha Pena 98, Jalan HOS Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/5).
Dalam diskusi publik nanti, kata Sopiyan, Pena 98 juga melibatkan mahasiswa di 28 provinsi di Indonesia.
Komisi III: RUU Polri Harus Perjelas Makna Polisi sebagai Alat Negara
Komisi III Dorong Reformasi Polri Menyeluruh dari Rekrutmen hingga Karier
98 Resolution Network: Program Prabowo-Gibran Sejalan dengan Reformasi
Eks KOMRAD 1998 itu melanjutkan, selain diskusi publik yang melibatkan banyak pihak, Pena 98 juga akan menggelar pameran foto reformasi yang menceritakan aksi-aksi demonstrasi dan memorabilia gerakan rakyat menuntut reformasi 1998.
“Pameran sekitar 300 foto dimulai dari tanggal 11-17 Mei 2023,” demikian Sopiyan.
Turut hadir saat jumpa pers, Presidium Nasional 98 Bali Oktaviansyah NS, Eks Forum Mahasiswa Sumatera Selatan 1998 Rizky Yoctavian, Aktivis Forkot Fendy Mugni, Katuvis Forkot Mustar BV Manurung, Eks FKSMJ 98 Ahmad Yuslizar, dan Eks Aktivis 98 Sultra Erwin Usman.
Keyword : 25 Tahun Reformasi Pena 98 pameran foto reformasi M. Sopiyan