Rusia Tak Sudi Patuhi Aturan yang Diciptakan Negara-negara Tertentu

Sabtu, 29/04/2023 15:43 WIB

JAKARTA, Jurnas.com  - Presiden Rusia, Vladimir Putin menegaskan bahwa Moskow tidak akan mematuhi "apa yang disebut aturan" yang dibuat dan diberlakukan oleh negara-negara tertentu.

"Rusia saat ini sedang mengalami agresi ekonomi dari kolektif Barat," kata Putin saat menyampaikan pidato pada pertemuan Dewan Legislator Rusia di St. Petersburg pada Jumat (28/4) waktu setempat.

Dia mendesak para legislator, serta cabang otoritas negara lainnya, untuk bekerja secara proaktif daripada mencoba menunggu periode sulit ini. "Tujuan utamanya adalah menciptakan dasar untuk pembangunan negara kita dalam jangka panjang, mandiri, dan sukses," tegas dia.

Menurut Putin, sistem diplomasi internasional telah sangat terkikis akhir-akhir ini, dengan negara-negara tertentu yang memaksakan aturan mereka sendiri.

"Mitra kami, atau, bisa dikatakan, mantan mitra, di beberapa negara secara gila-gilaan menghancurkan kerangka hukum dan saluran komunikasi, mencoba memaksakan pandangan mereka dan apa yang disebut aturan pada semua orang. Apa aturannya? Tidak ada yang melihat mereka," ucap Putin.

Pada saat yang sama, lanjut Putin Rusia tidak ingin melakukan pengisolasian diri dan tetap siap untuk bekerja sama secara adil dengan negara-negara sahabat.

"Kami akan memperluas hubungan kemitraan yang pragmatis, setara, saling menguntungkan, eksklusif dengan negara-negara sahabat di Eurasia, Afrika, dan Amerika Latin," kata dia.

Dia mencatat bahwa Rusia memiliki banyak orang yang berpikiran sama di negara-negara kolektif Barat, termasuk Amerika Serikat (AS).

"Namun, para elit berperilaku berbeda. Tetapi Anda dan saya tahu bahwa elit negara-negara ini tidak selalu menjalankan kebijakan yang ditujukan untuk kepentingan terbaik rakyatnya sendiri. Ini akan menghantui mereka," tutur Putin.

Sumber: RT

TERKINI
IAEA: Korea Utara Capai Kemajuan Signifikan dalam Produksi Senjata Nuklir Bolehkah Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu? Di bawah CEO Baru, Disney PHK Ribuan Karyawan Bertemu Dubes China, Mendes Dorong Kerja Sama Pengentasan Daerah Tertinggal