Hanif Inginkan Tenaga Kerja yang Kompetitif

Kamis, 06/04/2017 01:01 WIB

Jakarta - Pada Acara Peluncuran digital Platform terbaru Generasi Bisa, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri menegaskan bahwa sudah saatnya Indonesia mengembangkan tenaga terdidik terampil dari tingkatan paling bawah.

"Kita harus memulai dari tingkat paling bawah, mulai dari tingkat pendidikan yang paling rendah, kelas ekonomi menengah ke bawah, dan orang-orang yang tidak memiliki keterampilan," jelas Hanif.

Secara tegas Hanif menyatakan ingin menjalankan visi dari Presiden RI Joko Widodo tentang konsep nawacita yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo demi mendorong pemberdayaan dari kalangan bawah, sehingga sumber daya manusia merata. Sumber daya manusia, kata Hanif, yang bukan hanya fokus pada kalangan menengah ke atas.

Menurut politisi PKB itu, bahwa masyarakat Indonesia, khususnya orang-orang miskin tidak melulu hanya sebuah tenaga yang hanya bisa kerja, melainkan tenaga kerja yang kompetitif. Menuju ke arah yang lebih terampil dan terdidik itu, diperlukan pelatihan yang konsisten.

"Tingginya jumlah penduduk usia muda dan produktif menunjukkan besarnya potensi Indonesia untuk meningkatkan daya saing bangsa," jelas Hanif.

Melalui program Bina Latihan Kerja yang dikembangkan oleh Kemenaker yang bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa itu, diharapkan mampu meningkatkan keterampilan tenaga kerja terdidik.

"Sehingga masyarakat yang awalnya tidak memiliki skill untuk bersaing dalam dunia kerja atau bahkan kesulitan mendapatkan kerja dapat memperoleh pekerjaan dengan penguatan skill yang dimiliki," jelas Hanif.[]

TERKINI
Hizbullah: Gencatan Senjata Tidak Bisa Sepihak, Janji Balas Serangan Israel Ilmuwan Temukan 600.000 Protein Mikroba Pemakan Plastik di Seluruh Bumi Apa Itu Super El Nino? Ini Prediksi Terbaru dan Dampaknya ke Dunia Negosiator Iran Sebut Pembicaraan dengan AS Tunjukkan Kemajuan