Pesan Wamenag soal Potensi Perbedaan Jatuhnya 1 Syawal

Jum'at, 14/04/2023 20:49 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa`adi menyebut ada potensi perbedaan jatuhnya Idulfitri 1 Syawal 1444 H, antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Muhammadiyah sebelumnya sudah mengumumkan bahwa Idulfitri tahun ini jatuh pada 21 April 2023. Sedangkan pemerintah baru akan melaksanakan Sidang Isbat pada 20 April 2023 mendatang.

"Ketika Sidang Isbat penentuan awal Ramadan oleh MUI, diberikan satu informasi, bahwa kemungkinan ada perbedaan pelaksanaan Idulfitri," kata Wamenag di Jakarta pada Jumat (14/4).

Potensi perbedaan 1 Syawal ini, lanjut Wamenag, diperkuat dengan posisi hilal yang saat ini masih di bawah ufuk.

"Sehingga sangat mungkin terjadi perbedaan penyelenggaraan Idulfitri," lanjut Zainut.

Oleh karena itu, Wamenag mengimbau kepada masyarakat agar tidak mempersoalkan perbedaan ini. Sebab, Muhammadiyah menggunakan metode hisab, sementara pemerintah memakai rukyatul hilal.

"Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga kerukunan, persaudaraan, saling memuliakan. Tidak menjadikan perbedaan sbg faktor memecah belah persatuan kita sesama," tutup dia.

TERKINI
Sempat Setop Layanan, Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Kembali Normal Erupsi Anak Krakatau, Enam Bandara Masih Berstatus Closed hingga 08.59 WIB Erupsi Anak Krakatau, Penyeberangan Merak-Bakauheni Beroperasi Normal Diperingati Setiap 7 September, Ini Sejarah Unik Hari Pencinta Bir Sedunia