Selasa, 07/02/2017 21:50 WIB
Washington – Meskipun banyak kalangan merespon keras kebijakan anti-imigran dan pengungsi yang dicanangkan Presiden Amerika Donald Trump, dukungan justru datang dari Uni Eropa.
Komisaris Migrasi Uni Eropa, Dimitris Avramopoulus membenarkan langkah Trump sebagai upaya untuk memastikan keselamatan warga negaranya. Kebijakan semacam ini tidak hanya berlaku di AS, Uni Eropa pun menurutnya saat ini sedang membahas cara serupa dalam mencegah masuknya imigran dan pengungsi asal negara-negara perbatasan.
“Memulangkan pengungsi merupakan tanggung jawab global, bukan hanya AS,” terang Avramopoulus kepada Reuters.
Melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa yang digelar beberapa waktu lalu, negara-negara Eropa membahas tindak pencegahan masuknya pengungsi asal Libya dan beberapa negara Afrika Utara yang selama ini masuk ke Eropa melalui Selat Mediterania dan beberapa perbatasan negara lainnya.
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Trump Kekeh Mau Adang Kapal Iran
Uni Eropa Bakal Pulihkan Hubungan Diplomatik dengan Suriah
Trump Sebut Israel-Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari
Sepanjang 2014-2016, Uni Eropa mencatat sebanyak 1,6 juta pengungsi tiba di benua biru. Kenaikan tak terkendali tersebut menuntut Uni Eropa untuk memperketat keamanan di perbatasan. Meski demikian, sejumlah negara masih berdebat terkait penerimaan pengungsi.
“Negara-negara Uni Eropa tidak bisa menolak orang-orang yang terancam dan meminta perlindungan,” demikian pernyataan pengadilan tinggi di Eropa.
Keyword : Uni Eropa Imigran Donald Trump