Hamas: Palestina akan Tanggapi Agresi Israel terhadap Masjid al-Aqsa

Jum'at, 07/04/2023 22:44 WIB

JAKARTA, Jurnas.com - Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan bahwa warga Palestina tidak akan diam begitu saja di hadapan agresi Israel terhadap Masjid al-Aqsa di Yerusalem.

Dia berbicara di Beirut setelah Israel menyalahkan militan Palestina karena menembakkan rentetan roket dari Libanon ke Israel utara.

Haniyeh, yang tiba di ibu kota Lebanon sehari sebelumnya, bertemu pada Kamis dengan kepala organisasi Palestina lainnya saat Israel mengancam tanggapan militer terhadap tembakan roket.

"Rakyat Palestina kami dan kelompok perlawanan Palestina tidak akan duduk diam dalam menghadapi agresi biadab Israel terhadap al-Aqsa," kata Haniyeh dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan.

Israel menuduh kelompok-kelompok Palestina menembakkan 34 roket dari Lebanon pada hari raya Paskah Yahudi, sehari setelah bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina di dalam situs tersuci ketiga Islam itu.

Kekerasan di Yerusalem dikecam secara luas oleh negara-negara tetangga dan beberapa kelompok Palestina berjanji akan menanggapinya.

Dalam pernyataannya, Haniyeh menyerukan "semua organisasi Palestina untuk menyatukan barisan mereka dan mengintensifkan perlawanan mereka terhadap pendudukan Zionis (Israel)."

Sebelumnya, juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Richard Hecht mengatakan kelompok-kelompok Palestina bertanggung jawab atas serangan roket tersebut.

"Kami tahu pasti itu adalah tembakan Palestina," katanya kepada wartawan. "Bisa jadi Hamas, bisa juga (ekstrimis), kami masih mencoba menyelesaikannya tapi itu bukan Hizbullah."

Kelompok militan itu secara efektif menguasai Lebanon selatan dan menikmati hubungan baik dengan Hamas, yang memerintah di Jalur Gaza.

Sumber: Al Arabiya

TERKINI
FIFA Langgar Protokol Lagi demi Penuhi Narsisme Trump Poin Utama Nota Kesepahaman Perdamaian Iran-AS 26 Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang Penuh Doa dan Harapan ESDM Ajukan Anggaran Kompor Listrik dan Konversi Motor Listrik di 2027