Senin, 03/04/2023 03:16 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui meningkatnya elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Jokowi di hadapan para petinggi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Indonesia Raya (KIR) di Gedung DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Jakarta Selatan, Minggu (2/4).
Kendati, Prabowo kerap mendampingi Presiden Jokowi dalam beberapa kali kunjungan kerja ke sejumlah daerah, namun kenaikan elektabilitas Prabowo Subianto sebagai calon presiden bagi Jokowi adalah buah dari kerja kerasnya bersama Partai Gerindra.
“Saya pikir-pikir naiknya elektabilitas beliau bukan karena saya, beliau sendiri dan (Partai) Gerindra,” kata Presiden Jokowi.
Prabowo Sidak Gudang Bulog di Magelang
Temui Macron, Prabowo Bahas Kerja Sama Militer Indonesia-Prancis
Menguji Paradoks Indonesia di Tangan Kekuasaan
Presiden Jokowi mengakui Menteri Pertahanan itu kerap diajak kunker. Namun, ia menegaskan dengan mengajak Prabowo bukan sebagai upaya mendongkrak elektabilitas Prabowo.
Dalam Survei Surabaya Research Syndicate (SRS) telah telah menemukan bahwa publik Jawa Timur dan Jawa Tengah atau 42,5 persen responden meyakini bahwa arah dukungan atau endorsement Presiden Jokowi dalam Pilpres 2024 nanti akan diberikan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang dinilai publik sebagai menteri berkinerja terbaik.
Selain itu sebanyak 36,8 persen publik meyakini bahwa endorsement Presiden Jokowi akan diberikan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Tokoh lain yang diyakini publik juga akan mendapatkan endorsement dari Presiden Jokowi adalah Erick Thohir (6,4 persen), Sandiaga Uno (3,7 persen), Moeldoko (2,5 persen), dan Airlangga Hartarto (1,5 persen). Sementara 6,6 persen responden mengaku tidak tahu kemana arah endorsement Presiden Jokowi akan ditujukan.