Sabtu, 11/03/2023 23:05 WIB
JAKARTA - Meta Platforms Inc (META.O) sedang jajaki rencana peluncuran aplikasi media sosial baru dalam upayanya untuk menggantikan Twitter sebagai "alun-alun kota digital" dunia.
Aplikasi Meta akan didasarkan pada kerangka terdesentralisasi seperti Mastodon, layanan mirip Twitter yang diluncurkan pada 2016 dan sekarang memiliki sekitar 2 juta pengguna aktif bulanan.
"Kami sedang menjajaki jejaring sosial terdesentralisasi yang berdiri sendiri untuk berbagi pembaruan teks. Kami percaya ada peluang untuk ruang terpisah di mana pencipta dan tokoh masyarakat dapat berbagi pembaruan tepat waktu tentang minat mereka," kata juru bicara Meta kepada Reuters dalam pernyataan email.
Belum jelas kapan Meta akan meluncurkan aplikasi baru tersebut.
Biaya Rekonstruksi Pascaperang Lebanon Tembus Rp360 Triliun
Tuchel Tutup Mata soal Kekecewaan Fans ke Timnas Inggris
Masih Digempur, Serangan Israel ke Gaza Tewaskan Delapan Warga Sipil
Meta, yang melihat ledakan pertumbuhan pengguna setelah mengakuisisi Instagram dan WhatsApp pada awal 2010-an, akhir-akhir ini menghadapi persaingan ketat dari aplikasi video pendek China TikTok.
Pengguna aktif bulanan Meta untuk rangkaian aplikasinya tumbuh 4,2% pada kuartal Desember 2022, dibandingkan dengan pertumbuhan 8,8% setahun sebelumnya.
“Ini adalah strategi untuk mendominasi semua ruang di bawah media sosial dan memiliki penawaran yang mencakup semua kasus penggunaan dan demografi,” kata Jehil Thakkar, Partner, Deloitte India.