Rabu, 01/03/2023 22:14 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Golkar dan PPP menegaskan belum ada kesepakatan tentang capres dan cawapres dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Penentuan pasangan capres-cawapres nanti akan diputuskan bersama oleh ketiga anggota koalisi yakni Golkar, PAN, dan PPP.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai Golkar mempunyai peran penting dan signifikan di KIB dalam proses penentuan pasangan capres-cawapres. Golkar mempunyai 85 kursi di DPR yang membuatnya sebagai partai terbesar kedua di parlemen dan terbesar di KIB.
"Golkar punya peran besar di KIB. Bagaimanapun jumlah kursinya di parlemen terbesar kedua. Di KIB juga terbesar dibanding PAN dan PPP. Itu membuat nilai tawar Golkar tinggi dalam konteks menentukan capres-cawapres," tegas Ujang, Rabu (1/3).
Ujang menjelaskan, meski Golkar punya posisi strategis untuk bisa menentukan arah dukungan dan kesolidan koalisi, penentuan capres-cawapres di KIB masih harus menunggu arahan dari Presiden Joko Widodo.
Akademisi Ingatkan Menhan Sjafrie: Fokus Urus Pertahanan Negara
Gian Kasogi: Isu Keamanan Nasional Jangan Jadi Alat Politik Kekuasaan
Akademisi Sebut Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Berpotensi di Pilpres 2029
"Tapi yang menjadi kendala bagi Golkar adalah bagaimana pun ketumnya sudah mengatakan soal pencapresan menunggu restu Pak Jokowi," ujarnya.
Hal itu membuat Golkar berada pada situasi dilematis.
“Itu sebenarnya yang menjadi ruwet dan rumit. Di satu sisi, Golkar sebagai partai besar dan menentukan. Di saat yang sama, soal capres-cawapres menunggu arahan Pak Jokowi," kata dosen Universitas Al Azhar Indonesia itu.
Untuk itu, Ujang menyarankan agar ada upaya pemaduan antara kekuatan Golkar dan kehendak Jokowi agar KIB bisa segera mengambil keputusan terkait penentuan capres-cawapres.
"Saya melihat itu harus dikompromikan antara peran besar Golkar di KIB dan kehendak Pak Jokowi," pungkasnya.
Keyword : Koalisi Indonesia Bersatu Koalisi KIB Koalisi Capres 2024 Partai Golkar Kekuatan Golkar Pilpres