Rabu, 01/03/2023 10:32 WIB
Jakarta, Jurnas.com- Pihak Rumah Sakit (RS) Mayapada, Jakarta Selatan menilai tidak tepat untuk mengatakan Cristalino David Ozora (17) mengalami Diffuse Axonal Injury (DAI) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo (20).
Dokter Konsultan Perawatan Intensif RS Mayapada, dr Franz JV Pangalila mengatakan, perlu adanya kriteria untuk menyebut David mengalami DAI.
“Kalau DAI itu dari mana itu DAI? Itu ada kriteria dan tidak gampang menyebut langsung DAI, itu terlalu teledor kalau ngomong DAI. Dasarnya apa?,” ujar Franz kepada wartawan, Selasa (28/2/2023).
Lebih lanjut, kedokteran RS Mayapada tidak ingin lebih jauh berspekulasi terkait penyakit dalam dari David. Ia hanya menyebut David mengalami trauma kepala usai peristiwa yang dialaminya.
Doa untuk Kedua Orang Tua Lengkap dengan Latin dan Artinya
Arus Laut Atlantik Melambat, Dampaknya Bisa Perkuat Badai Global
Badai Mematikan Hantam China, Sejumlah Provinsi Lumpuh
“Tapi yang jelas ini ada ya, bahasa anomia ya, trauma kepala ya, kita semua tahu juga. Tapi apa itu yang menjadi masalah di dalamnya itu kita belum bisa. Karena ini masih bisa berkembang ya,” katanya.
Selain itu, kondisi David saat ini sudah lebih baik dibandingkan saat David tiba di RS Mayapada. Saat ini David juga sudah dalam kondisi yang stabil dan tidak memakai lagi ventilator. Sementara itu Dokter spesialis bedah saraf RS Mayapada Kuningan, Gibran Aditiara Wibawa menambahkan, David sudah tidak dalam koma.
“(David) mendatangi rumah sakit dalam posisi yang, kondisi koma. Tapi saat ini sudah sangat improve, sudah keluar dari posisi koma, kira-kira seperti itu,” kata Gibran.
Keyword : DAI RS Mayapada David Ozora