Senin, 27/02/2023 12:45 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kompetensi halus (soft skill) saat ini sudah menjadi aspek wajib yang harus disiapkan mahasiswa, yang ingin memasuki dunia kerja setelah lulus dari perguruan tinggi.
Namun, tidak semua mahasiswa memahami cara meningkatkan soft skill, dan lebih fokus pada kompetensi kasar (hard skill). Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), berikut ini lima cara mengasah soft skill:
1. Mengikuti kegiatan sosial
Jangan lewatkan kesempatan menjadi relawan dalam sebuah organisasi atau kegiatan sosial. Momen ini bisa membuat Anda bisa belajar banyak hal baru, di antaranya cara beradaptasi dengan lingkungan, berkomunikasi dalam tim, serta pemecahan masalah.
Siapa Saja 13 Tokoh Pendiri PMII? Ini Profil dan Biografi Singkatnya
DPR Minta UI Utamakan Perlindungan Korban dalam Dugaan Pelecehan Seksual
Komisi X DPR Akan Panggil Rektor UI Terkait Dugaan Pelecehan Mahasiswa
2. Mengikuti magang
Mahasiswa vokasi pasti tidak asing dengan istilah internship atau magang. Magang bukan cuma soal memenuhi satuan kredit semester (SKS) lho, namun juga bisa menjadi media untuk meningkatkan keterampilan berinteraksi, negosiasi, dan presentasi.
3. Bekerja paruh waktu (part-time)
Selain magang, Anda juga bisa mengisi waktu senggang untuk bekerja paruh waktu. Dengan bekerja paruh waktu, Anda setidaknya akan belajar mengenai manajemen waktu dan kerja tim. Tapi, jangan sampai kuliah bolong-bolong gegara kerja paruh waktu ya.
4. Aktif di organisasi kampus
Tidak ada salahnya mencoba satu atau dua organisasi yang ada di kampus. Sebab, dengan ikut berorganisasi, Anda akan terlatih berkomunikasi, berdiskusi, menyampaikan pendapat, bahkan berpikir kritis.
5. Mengikuti kursus
Kursus bukan semata soal penguasaan keahlian yang condong ke hard skill. Dengan mengikuti kursus, Anda bisa mengembangkan soft skill. Misalnya, cara berbicara di depan umum (public speaking), komunikasi, serta presentasi.
Keyword : Soft Skill Mahasiswa Kompetensi Halus Dunia Kerja