Redam Inflasi, Pemerintah Gelontorkan Rp104,2 Triliun

Selasa, 21/02/2023 21:13 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Inflasi di Indonesia sepanjang 2022 terjaga lebih rendah dari perkiraaan sebelumnya. Bahkan di beberapa negara tingkat inflasinya menyentuh angka 50%. Hal itu, disebutkan Menteri Keuangan atau Menkeu, Sri Mulyani Indrawati.

"Bagaimana dengan Indonesia? Kabar baik, inflasi 2022 tercatat terjaga lebih rendah dari perkiraan, yaitu pada level 5,51% y-o-y (forecast konsensus berada pada angka 6,5% paska penyesuaian harga BBM)," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (21/2/2023).

Pada tahun 2023 ini, tingkat inflasi ditargetkan berada pada level 3,6% (± 1%), sementara gap inflasi volatile food ditargetkan berada pada rentang 3-5%. Selain itu, hari besar nasional juga menjadi perhatian (utamanya Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri) karena pada saat ini terjadi lonjakan permintaan yang sangat tinggi.

"Dukungan fiskal melalui APBN #UangKita juga terus dijaga, sebesar Rp104,2 T disalurkan melalui beragam Kementerian/Lembaga untuk menjaga ketahanan pangan," ungkap Sri Mulyani.

Selain itu, akselerasi implementasi lumbung pangan, perluasan kerja sama antar daerah, serta pengelolaan data ketersediaan pangan menjadi beberapa langkah pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan.

Selain anggaran ketahanan pangan, APBN juga dialokasikan dalam bentuk anggaran perlindungan sosial, anggaran subsidi dan kompensasi energi, dan infrastruktur. Seluruh alokasi ini untuk menunjang upaya pengendalian inflasi.

"Ini semua merupakan harmonisasi kerja sama antara @kemenkeuri dan beragam lembaga dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan lain dalam upaya menangani inflasi di Indonesia akan terus menerus dilakukan. Bagaimana menurutmu?" pungkas Sri

TERKINI
Apa Itu Super El Nino? Ini Prediksi Terbaru dan Dampaknya ke Dunia Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Wamensos: Perpustakaan Sekolah Rakyat Harus Dorong Siswa Gemar Membaca