Kamis, 02/02/2017 03:02 WIB
Irak - Mayat-mayat kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) bergelimpangan di sepanjang jalanan Mosul bagian timur. Sekian tubuh tak bernyawa tersebut dibiarkan saja dan beberapa di antaranya dimakan oleh anjing liar dan ayam.
“Mungkin hewan-hewan itu lapar, karena ditinggalkan pemiliknya saat terjadi peperangan, dan tidak ada makanan,” kata seorang tentara pemerintah.
Khalid, tentara pemerintah yang berhasil menumpas perlawanan ISIS di wilayah Mosul mengatakan tak ada keharusan bagi pemerintah, untuk menyingkirkan mayat-mayat yang telah melakukan tindakan pemberontakan tersebut. Apalagi untuk dikebumikan secara islami.
“Biarkan hewan-hewan itu makan para teroris,” ucapnya dikutip dari Metro.
Imbas Konflik Timur Tengah, Kelangkaan Bensin Picu Antrean Panjang di Irak
Krisis Migas di Kuba, Kedubes AS Keluarkan Peringatan Kesehatan
Benarkah WHO Hadapi Krisis Finansial?
Pasukan Irak akhirnya berhasil menguasai Mosul Timur setelah melakukan operasi militer selama 100 hari pada 23 Januari 2017 lalu. Tentara yang masuk melalui serangan udara, dapat memukul mundur tank dan bom mobil milik ISIS. Kini ISIS masih bertahan di Mosul Barat dan pemerintah sedang melakukan berbagai upaya pembebasan.