Jum'at, 17/02/2023 03:01 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Para pembuat film dari seluruh dunia berkumpul di Berlin untuk menghadiri Festival Film Internasional Berlin atau Berlinale yang akan dibuka pada Kamis malam dengan pidato video oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Festival Berlinale ke-73 ini akan menampilkan 18 film, yang berasal dari Meksiko hingga Australia, bersaing memperebutkan trofi Beruang Emas yang didambakan yang akan diberikan oleh juri yang diketuai oleh aktor Amerika Serikat (AS), Kristen Stewart.
"Pengungkapan penuh: Saya agak gemetar," ucap bintang "Twilight" dan "Spencer" pada konferensi pers untuk memperkenalkan juri, ketika ditanya bagaimana perasaannya menjadi juri di festival film besar dunia yang paling terang-terangan politis.
Penampilan Zelenskyy mencerminkan fokus penyelenggara tahun ini pada invasi Rusia ke Ukraina dan protes pro-demokrasi di Iran. Film-film dari dan tentang kedua negara menonjol, sementara film-film yang didukung oleh pemerintah Iran dan Rusia dilarang.
Bantu Tangkal Drone Iran, Ukraina Minta Imbalan Solar
Rusia Umumkan Gencatan Senjata Lokal di PLTN Zaporizhzhia
Intelijen Kenya Ungkap Bayaran Tentara Rusia, Dua Digit per Bulan!
"Tahun ini dengan Iran, gempa bumi, dengan Ukraina - rasanya dunia hancur," kata aktris Prancis-Iran Golshifteh Farahani, anggota juri lainnya.
Di luar kompetisi utama, film akan mengangkat topik mulai dari ras di Amerika hingga transisi gender dan seksualitas, sementara pengunjung kelas atas akan mencakup sutradara Steven Spielberg dan penyanyi Bono, menghadiri film dokumenter tentang konser pasca-pengepungan legendaris U2 tahun 1997 di Sarajevo.
"Jika Anda ingin menghancurkan suatu tempat, hal pertama yang Anda lakukan adalah menghancurkan bioskopnya," kata sutradara dan anggota juri Hong Kong Johnnie To, menekankan peran sentral film dalam memelihara masyarakat demokratis.
"Saya pikir itu tugas seorang seniman untuk mengambil hal yang menjijikkan dan jelek dan mentransmutasikannya," tambah Stewart. "Masukkan ke dalam tubuhmu dan buat sesuatu yang lebih bermanfaat."
Sumber: Reuters