Selasa, 07/02/2023 06:11 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengapresiasi Kota Bandar Lampung karena berhasil menurunkan angka prevalensi stunting dari 19,4 di tahun 2021 menjadi 11,1 pada tahun 2022.
Hasto menjelaskan bahwa salah satu beberapa faktor yang mendukung penurunan tersebut angka prevalensi stuntin tersebut, yakni 57 persen masyarakat Kota Bandar Lampung telah mengikuti program Keluarga Berencana (KB).
"57 persen masyarakat Kota Bandarlampung telah mengikuti program Keluarga Berencana (KB), sehingga jarak kelahiran anak cukup bagus, gizi tercukupi, dan kesadaran masyarakat yang tinggi terhadap pentingnya ber-KB," ucap Hasto di Aula Gedung Semergou, Senin (6/1).
Hasto juga berharap di masa mendatang, prevalensi stunting dapat ditekan di bawah 10 persen. "Program KB-nya di Bandar Lampung ini bagus. Saya cek lebih dari 57 persen masyarakatnya sudah KB, sehingga jarak anaknya menjadi bagus.
Big Match Manchester City vs Arsenal Panaskan Pekan ke-33 Liga Inggris
Konsisten Memperjuangkan Pesantren, Fraksi PKB DPR RI Raih KWP Award 2026
7 Negara yang Belum Pernah Lolos ke Piala Dunia
Pada kesempatan itu, Hasto juga berpesan agar realisasi anggaran DAK non fisik (BOKB) Kota Bandarlampung pada 2023 ini dapat lebih ditingkatkan, dimana pada 2022 realisasi hanya 14,1 persen atau Rp1,1 miliar dari total anggaran Rp 7,9 miliar.
Sementara itu Walikota Bandarlampung, Hj. Eva Dwiana menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bandarlampung terus melakukan upaya upaya dalam percepatan penurunan stunting.
"Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas sanitasi, memberikan makanan, vitamin, hingga obat-obatan kepada masyarakat," kata Hj. Eva Dwiana.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi gizi, pentingnya ASI, serta melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap program program yang dilaksanakan.
Keyword : KBKota Bandar LampungHasto WardoyoBKKBN