Senin, 06/02/2023 22:22 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyebut ada satu anak meninggal dunia dan satu anak lainnya masih dirawat karena gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) di wilayah Jakarta Timur
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IX DPR, Nurhadi meminta agar semua pihak harus waspada. Pasalnya, kasus gagal ginjal akut yang menimpa anak-anak masih menjadi PR besar bersama.
"Kemunculan kembali korban gagal ginjal akut pada anak menunjukkan kepada kita bahwa kasus ini belum selesai diatasi dan diantisipasi oleh pemerintah," katanya dalam keterangan resmi, Senin (6/2).
Kejadian di Jakarta ini, menurut politikus NasDem ini, harus menjadi telaah dan pelajaran yang berharga bagi pemerintah terutama Kementerian Kesehatan dan BPOM. Mereka harus mencari tahu apakah penyebab utama kasus ini sama seperti yang dahulu yaitu karena obat sirup anak yang terdeteksi mengandung tiga zat kimia berbahaya yakni ethylene glycol (EG), diethylene glycol (DEG), dan ethylene glycol butyl ether (EGBE).
Polisi Austria Temukan Kandungan Racun Tikus di Bubur Bayi Instan
Raih KWP Award 2026, Amelia Komit Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Aman
Sekjen Demokrat Respon RUU Pemilu: Waktu Masih Panjang
"Pemerintah harus segera mengambil langkah yang cepat untuk mengumumkan kepada publik mengenai penyebab kasus gagal ginjal akut yang kembali terjadi dan memberikan himbauan mengenai larangan-larangan yang harus dilakukan oleh orang tua agar anaknya tidak menjadi korban gagal ginjal akut," tegas legislator dapil Jatim VII ini.