Turki "Bersihkan" Puluhan Ribu PNS Dirumahkan

Selasa, 31/01/2017 20:01 WIB

Ankara - Pemerintah Turki melakukan pembersihan pasca kudeta yang berhasil digagalkan pada Juni 2016 silam. Hingga awal tahun ini, Presiden Recep Tayyip Erdogan telah memecat puluhan ribu warganya sendiri yang berstatus sebagai pegawai negeri  sipil. Mereka  dituding memiliki kaitan dengan aksi kudeta tersebut.

Menteri Ketenagakerjaan Turki, Mehmet Muezzinoglo menyebutkan sebanyak 125.485 orang yang saat ini bekerja sebagai pegawai negeri, sedang mengantri untuk diproses secara hukum. 94.867 di antaranya sudah dirumahkan.

Tidak hanya itu, Turki juga diketahui telah menangkapi para pengikut ulama moderat Fethullah Gulen yang disebut-sebut sebagai dalang atas aksi kudeta tersebut, meskipun Gulen membantah keras tuduhan tersebut. Ulama yang dikenal sebagai sufi urban itu hingga hari ini masih berada di Pennsylvania, Amerika Serikat sejak tahun 1999.

Jabatan pegawai negeri tidak satu-satunya yang menjadi sasaran pembersihan lembaga negara oleh Erdogan. Dikutip dari Reuters, sekitar 40.000 polisi, pasukan militer, dan hakim telah ditahan terkait dugaan keterlibatan aksi yang menewaskan 240 orang itu.

TERKINI
Guru Ingatkan Dampak Layar Digital pada Cara Siswa Belajar dan Berpikir New York Terancam Banjir Ekstrem, 4,4 Juta Warga Berisiko Terdampak Ilmuwan Temukan Sistem Tersembunyi Pengatur Gula Darah dalam Tubuh Tragedi Chernobyl: Ledakan Reaktor Nuklir yang Hampir Picu Bencana Global