Jum'at, 03/02/2023 22:18 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pemberdayaan ekonomi kelompok-kelompok perempuan dinilai penting, agar tidak tergiur dengan penawaran pinjaman online atau pinjol. Hal itu, dikatakan Plt Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Eko Novi Ariyanti.
"Upaya pemberdayaan ekonomi itu menjadi penting kepada mereka sehingga mereka punya penghasilan, punya usaha yang bisa mereka pakai untuk menyekolahkan anak, memberikan gizi yang baik kepada anak," kata Eko Novi Ariyanti dalam Media Talk, di Jakarta, Jumat (3/2/2023).
Menurut Novi, program-program pemberdayaan ekonomi di tingkat daerah dengan sasaran kelompok-kelompok perempuan rentan bertujuan membuat para perempuan berdaya secara ekonomi. Upaya tersebut diyakini dapat mencegah perempuan terjerat dengan pinjol.
"Preventif-nya itu bisa dari upaya-upaya pemberdayaan ekonomi kepada kelompok-kelompok perempuan rentan. Karena kalau enggak begitu, mereka akan tertarik pada pinjol," kata Novi Ariyanti.
Gus Ipul: Kemensos Dorong Penerima Manfaat Aktif jadi Anggota KDMP
Wamenag: Jangan Buru-buru Kaitkan Ledakan Bom di Sekolah dengan Radikalisme
Kenaikan Suhu Panas Global Diprediksi Picu Lonjakan Bunuh Diri pada 2050
Pihaknya pun juga mendorong sosialisasi koperasi dengan lebih luas sebagai upaya lainnya untuk mencegah perempuan terjerat pinjol. "Ini yang perlu kita sosialisasikan lebih banyak. Saya rasa praktik-praktik baik dari koperasi itu perlu kita promosikan kepada masyarakat," kata Eko Novi
Dikatakannya, koperasi merupakan sebuah institusi yang sudah berusia sangat tua dan memberikan banyak keringanan bagi pihak yang meminjam dana. "Koperasi enggak pakai bunga, bunganya juga amat kecil, dan tidak terlalu memberatkan kepada komunitas," kata Eko Novi Ariyanti yang juga menjabat sebagai Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Sosial dan Budaya Kementerian PPPA ini.