Kamis, 02/02/2023 21:25 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Peningkatan ketegangan tensi geopolitik menjadi ancaman ekonomi tahun ini setelah pandemi Covid-19 mereda. Di susul inflasi global yang belum membaik. Hal itu, disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, di Jakarta, Kamis.
"Perang itu nggak ada yang memprediksi seperti yang terjadi pada Februari 2022 lalu di Ukraina, yang dampaknya merambat menyebabkan harga-harga pangan dan energi naik," ujar Sri Mulyani.
Menurut dia tantangan baru tersebut perlu diwaspadai. Apalagi, ekonomi dunia mengalami perlemahan yang cukup signifikan bahkan ada yang mengatakan telah memasuki jurang resesi. "Dunia dihadapkan pada situasi ekonominya melama, harga-harga naik, dan geopolitiknya menegang antar blok Barat dengan blok Rusia dan China," ujarnya.
Namun ada kabar baik lain di mana harga komoditas mulai mengalami moderasi, diikuti dengan relaksasi Covid-19 di China. Selain itu, ada penguatan pemulihan ekonomi di Asia yang terjadi di India dan ASEAN-5.
HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah Bukti Arah Swasembada Semakin Kuat
Latihan Perang di Pasifik Barat, China Masuki Area Milik AS
23.000 Lebih Warga Palestina di Tepi Barat Ditangkap Zionis Israel
Dia memproyeksikan tingkat suku bunga akan masih relatif tinggi, pelemahan aktivitas ekonomi di China, Amerika Serikat (AS), dan Eropa serta kebijakan semakin sempit baik secara fiskal dan moneter. Guna mengantisipasi itu, APBN bekerja keras mengantisipasi guncangan yang datang seiring datangnya tantangan yang tidak bisa diprediksi ataupun tidak direncanakan.
Keyword : Sri Mulyanigeopolitikekonomi