Senin, 30/01/2023 13:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo optimistis jika nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) bakal menguat.
Keyakinan ini berpihak karena faktor fundamental semuanya memberikan justifikasi dasar bahwa nilai tukar Rupiah akan menguat.
Terlihat dari sisi pertumbuhan tinggi, inflasi rendah, neraca pembayaran surplus, dan prospek ekonomi yang baik.
"Rupiah akan menguat setelah gejolak global ini semakin mereda. Pertumbuhan kredit di kisaran 10%-12% di 2023. Jadi kita semakin optimis digitalisasi semakin kuat," ujar dia di Jakarta, Senin (30/1/2023).
Abdul Rivai Ras Tegaskan Transformasi PTPN I untuk Daya Saing Global
Pelibatan Aparat dalam Pengawasan Pajak Jangan Sampai Timbulkan Rasa Takut
KKP Bentuk OII Perkuat SDM Sektor Kelautan dan Perikanan
Dia juga optimis QRIS akan mencapai 45 juta pengguna. Tercatat BI-FAST transaksi per harinya mencapai Rp1 miliar.
"Ini suatu kebanggaan, rasa optimisme kita, tapi tentu saja hidup penuh tantangan. Kita harus waspada, tidak boleh lengah karena global tidak menentu," katanya.
Dia menuturkan bahwa kewaspadaan itu tentu saja harus diukur, ditakar, dan tak lupa dipersiapkan skenario manajemen risikonya.
Keyword : Bank Indonesia QRIS Perry Warjiyo