Politisi Nasdem: Cuitan Fahri Hamzah Kata "Babu" Tidak Tepat

Senin, 30/01/2017 18:37 WIB

Jakarta - Telah banyak kasus yang menyeret seseorang dihakimi publik dengan kecaman gara-gara tulisan pernyataan di media sosial menyinggung perasaan pihak lain. Bahkan tidak sedikit yang berakhir ke meja hijau karena status tulisan dan cuitannya dilaporkan secara hukum oleh pihak lain yang keberatan.

Adalah kasus sama yang paling mutakhir melibatkan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. Fahri dikecam bahkan dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan DPR setelah cuitannya dianggap merendahkan pihak tertentu.

Anggota komisi XI DPR fraksi Nasional Demokrat (Nasdem), Irma Suryani Chaniago mengajak masyarakat lebih cermat sebelum membagi tulisannya di media sosial. Ia juga mengingatkan sesama wakil rakyat di DPR belajar dari kasus Fahri Hamzah. Ia menilai, cuitan Fahri menggunakan kata "babu" tidak tepat.

"Sebagai wakil rakyat harusnya selalu melindungi orang yang mewakilinya. Menghormati orang yang kita wakili. Ada Banyak kata yang dapat digunakan. Seperti istilah "Pekerja Rumah Tangga", "Asisten Rumah Tangga", kenapa harus gunakan kata yang kurang enak didengar dan berkonotasi merendahkan?," ujar Irma di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/1/2017).

Menurut Irma, TKI merupakan pekerjaan mulia dengan limpahan devisa bagi pemasukan negara. Sebaliknya, kata dia, TKI merupakan pahlawan negara. "Sekali lagi saya tegaskan TKI bukan pengemis atau mengemis. Mereka sama dengan saya yang bekerja sebagai Wakil Rakyat. Karena saya juga masih menerima gaji. Jadi saya bukan majikan," ungkapnya.

Seperti diketahui, Fachri sempat menulis "Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela". Tulisan Fachri di halaman akun pribadinya @Fahrihamzah itu disambut kecaman dari berbagai kalangan.

TERKINI
Ini Zodiak yang Dikenal Paling Jago Menggoda, Siapakah Dia? Bukan Hadiah Mewah, 5 Gestur Sederhana Ini Jadi Kunci Hubungan Langgeng Berbagai Amalan Sunah yang Dianjurkan Sebelum Shalat Jumat 7 Negara yang Belum Pernah Lolos ke Piala Dunia