Selasa, 17/01/2023 22:13 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Industri Keuangan Indonesia diingatkan, tahun 2023 masih penuh ketidakpastian dan tantangan yang menghadang. Hal ini diungkapkan saat dirinya mengunggah momen mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pimpinan industri keuangan di Istana Merdeka.
"Presiden Jokowi berharap sektor keuangan terus mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan menyediakan pendanaan Invetasi dan ekspor yang terus berkembang," ujar Sri Mulyani, di Jakarta, Selasa (17/1/2023).
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengingatkan, bahwa kebutuhan dana invetasi untuk mendukung hilirisasi dan pembangunan infrastruktur serta sektor digital yang terus berkembang membutuhkan kesiapan sektor keuangan yang maju terpercaya dan dalam.
"Industri keuangan harus siap melaksanakan UU Pengembangan dan Perkuatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang telah disahkan dan akan menjadi landasan kuat dan kredibel adil dan sesuai kebutuhan masa depan," terang Sri Mulyani.
HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah Bukti Arah Swasembada Semakin Kuat
Latihan Perang di Pasifik Barat, China Masuki Area Milik AS
23.000 Lebih Warga Palestina di Tepi Barat Ditangkap Zionis Israel
Dia pun berpesan agar ekonomi Indonesia harus terus dijaga bersama dan harus terus tumbuh di tengah kondisi global yang melemah dan tidak pasti. Industri Keuangan berperan penting menjaga stabilitas dan harus makin inovatif, efisien dan kompetitif serta makin berkembang.
Tak hanya itu saja, industri keuangan harus terus memperkuat dan menjaga kepercayaan masyarakat. "Tahun 2023 yang masih penuh ketidakpastian dan tantangan, harus dikelola industri keuangan secara baik dan handal sehingga tetap mampu mendukung pembangunan ekonomi, investasi dan ekspor yang harus terus dipacu dan dijaga kinerjanya," ucap Sri Mulyani.
Keyword : MenkeuSri MulyaniIndustri Keuangan