Rabu, 11/01/2023 19:51 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Militer Ukraina membantah pasukan Rusia telah menguasai kota Soledar, Ukraina Timur dan mengatakan intensitas pertempuran di daerah itu dapat dibandingkan dengan pertempuran dalam Perang Dunia II.
Juru bicara komando militer timur, Serhiy Cherevatyi mengatakan kepada televisi Ukraina bahwa pasukan Ukraina tidak mengizinkan pasukan Rusia menerobos garis depan.
"Kota ini tidak berada di bawah kendali Federasi Rusia. Ada pertempuran sengit yang sedang terjadi sekarang," kata dia. "Ada situasi rumit di sana."
Dia mengatakan, komando militer sekarang sedang bekerja untuk menstabilkan situasi dengan dampak maksimum bagi musuh dan kerugian minimum bagi Ukraina.
BNI dan Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan Digital bagi UMKM
Tegas! Pramono Anung Minta TPS Ilegal di Kapuk Muara Segera Ditutup
Juli 2026, Utang Luar Negeri Indonesia Rp8.048 Triliun
Kelompok tentara bayaran Rusia Wagner mengatakan telah menguasai Soledar, sebuah kota tambang garam di dekat kota Bakhmut di mana pertempuran juga berlangsung sengit saat Rusia mencoba merebut seluruh wilayah Donbas di Ukraina timur.
"Intensitas pertempuran di dekat Bakhmut dapat dibandingkan dengan Perang Dunia II," kata Cherevatyi.
Cherevatyi mengatakan pasukan Rusia masih memiliki banyak senjata era Soviet dan menggunakan kendaraan lapis baja era Soviet dengan beberapa elemen modern.
"Mitra kami memberi kami senjata yang lebih modern," katanya, seraya menambahkan bahwa senjata Barat lebih tepat dan memberi keuntungan bagi Ukraina.
Sumber: Reuters
Keyword : Perang Rusia UkrainaPerang Dunia II