Jum'at, 30/12/2022 19:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan, antibodi masyarakat Indonesia terhadap Covid-19 mencapai 98,5 persen.
"Antibodi kita melalui sero survei sudah 98,5 persen. Menunjukan bangsa kita sudah mempunyai kekebalan, baik itu melalui infeksi maupun vaksinasi, sudah sangat membanggakan," kata Syahril dalam Talkshow Masa Depan Covid-19 secara daring, Jumat (30/12/2022).
Syahril menilai, saat ini situasi kasus Covid-19 di Indonesia sudah mulai terkendali. Sebab, dalam 10 bulan terakhir tidak ada lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan.
Terkait kebijakan pemerintah yang sudah mencabut kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun Syahril meminta masyarakat untuk tetap waspada, mengingat World Health Organization (WHO) belum mengumumkan pandemi berakhir.
Gus Ipul: Kemensos Dorong Penerima Manfaat Aktif jadi Anggota KDMP
Wamenag: Jangan Buru-buru Kaitkan Ledakan Bom di Sekolah dengan Radikalisme
Kenaikan Suhu Panas Global Diprediksi Picu Lonjakan Bunuh Diri pada 2050
"Kita tetap waspada, waspada, dan waspada. Artinya apa? Suatu saat pandemi ini bisa terjadi subvarian baru yang mentrigger lonjakan kasus," pungkasnya.
Pada kesempatan sama, Syahril menyebutkan, cakupan vaksinasi primer atau suntikan 1 dan 2 mencapai di atas 72% dan sudah memenuhi standar WHO.
Untuk itu, Kemenkes sedang berupaya meningkatkan vaksinasi booster 1 karena cakupannya masih rendah yakni 27%. Sebab,vaksinasi merupakan upaya dalam pengendalian Covid-19.(sf)