Selasa, 20/12/2022 08:43 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Korea Utara pada mengkritik Korea Selatan karena merusak pengembangan senjatanya, mengatakan sanksi tambahan tidak akan menghentikan program misilnya, kata media pemerintah KCNA.
Dikutip dari Reuters, Kim Yo Jong, saudara perempuan kuat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, mengatakan inisiatif negara yang terisolasi itu untuk mengembangkan satelit mata-mata adalah "prioritas mendesak yang terkait langsung dengan keamanan kami".
"Korea Selatan akan meneriakkan semacam kerja sama internasional dan berusaha keras untuk menjatuhkan sanksi tambahan pada kami," katanya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi KCNA.
"Tetapi dengan hak kami untuk bertahan hidup dan berkembang terancam, mengapa kami takut dengan sanksi yang telah kami lihat berulang kali sejauh ini dan bahkan bukan yang pertama kali, dan mengapa kami berhenti?"
Korsel-AS Mulai Bahas Kerja Sama Nuklir Pekan Ini
Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Pembunuhan WNA Korsel di Bekasi
Korsel Kaji Rencana Gabung AS Amankan Selat Hormuz
Pernyataannya muncul beberapa hari setelah Pyongyang meluncurkan dua rudal balistik jarak menengah, yang disebutnya sebagai uji "penting" untuk pengembangan satelit mata-mata.