Banggar DPR Dukung Pembangunan untuk Ekonomi Inklusif-Berkelanjutan di 2023

Jum'at, 16/12/2022 12:10 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Mukhtarudin berharap desain kebijakan fiskal tahun 2023 mampu merespons dinamika, menjawab tantangan serta mendukung pencapaian target pembangunan secara optimal.

Pernyataan itu disampaikan Mukhtarudin menanggapi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengatakan bahwa pemerintah menetapkan kebijakan pembangunan dengan tema produktivitas untuk transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan pada 2023 mendatang.

"Semoga kinerja ekonomi nasional kita di tahun 2023 tetap dapat terjaga secara baik meskipun dalam guncangan yang terus terjadi saat ini" terang Mukhtarudin kepada wartawan, Jumat, (16/12).

Legislator Dapil Kalimantan Tengah ini berharap peran dan kolaborasi dari semua pihak untuk mendukung program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

"Ya, harus ada upaya dari berbagai pihak, agar target untuk menghapus kemiskinan ekstrem yang pada saat ini masih berada di angka 2,04 persen bisa tercapai," demikian Mukhtarudin.

Untuk diketahui, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan pembangunan transformasi ekonomi yang inklusif tersebut meliputi penghapusan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan dan pendidikan, serta program Kartu Prakerja yang merupakan salah satu andalan.

Airlangga menyampaikan penanggulangan pengangguran dengan peningkatan decent job akan mendorong pemulihan dunia usaha, terutama UMKM sebagai pilar perekonomian Indonesia, serta mendorong revitalisasi industri, dan penguatan riset terapan.

"Pemerintah juga akan mendorong pembangunan rendah karbon dan transisi energi, percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan sanitasi, serta pembangunan IKN Nusantara," ujar Airlangga.

Airlangga mengatakan, pada 2023 pemerintah akan menindaklanjuti komitmen investasi hasil dari KTT G20 di Bali, yaitu Just Energy Transition Partnership (JETP) sebesar 20 miliar dolar AS untuk energi bersih di Indonesia dan Asia Zero Emission Community yang berkomitmen menyediakan dana sebesar 500 juta dolar AS untuk Indonesia.

Selain itu, akan menindaklanjuti Partnership for Global Infrastructure and Investment berupa pendanaan sebesar 600 miliar dolar AS dari negara-negara G7 dalam bentuk pinjaman dan hibah, untuk proyek infrastruktur berkelanjutan bagi negara berkembang.

Pada 2023, menurut dia, Indonesia akan mengemban Keketuaan ASEAN dengan tema Asean Matters, Epicentrum of Growth dengan tujuan memperkuat posisi kawasan yang stabil dan damai, bisa mendatangkan peluang dan pemasukan, serta meningkatkan kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia.

"Dengan fundamental yang kuat ditambah meningkatnya posisi Indonesia di kancah ekonomi internasional, kita optimistis kebijakan yang dicanangkan dapat mendorong kemajuan yang signifikan di berbagai sektor perekonomian, serta dapat meredam tantangan global," pungkas Airlangga Hartarto.

TERKINI
Studi Ungkap Batas Suhu Padi, Indonesia Hadapi Ancaman Penurunan Produksi Konsumsi Makanan Ultraproses Bisa Merusak Kualitas Otot Secara Perlahan 8 Camilan Lezat Bernutrisi untuk Menaikkan Berat Badan Ideal 8 Bukti Nyata Kebenaran Hadis Nabi SAW tentang Fenomena Akhir Zaman