Jum'at, 02/12/2022 16:09 WIB
Jakarta, Jurnas.com - KSAL Laksamana Yudo Margono akan berupaya menjamin agar aparat TNI tidak bersikap arogan ke masyarakat apabila terpilih menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang memasuki masa pensiun pada 15 Desember mendatang.
"Apabila nantinya, saya mendapat kepercayaan jadi Panglima TNI maka saya akan kerahkan segala daya upaya untuk menjamin tidak ada lagi oknum-oknum TNI yang melakukan hal-hal tak terpuji serta bersikap arogan yang dapat merugikan dan menyakiti hati rakyat," kata Yudo.
Penjelasan tersebut disampaikan saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dengan Komisi I Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (2/12).
Yudo menegaskan prajurit TNI harus menyatu dan hadir di tengah rakyat. TNI juga harus menjadi solusi permasalahan rakyat dan bersikap humanis.
Kenaikan Tarif Pesawat Jangan Sampai Membebani Masyarakat
DPR Minta UI Utamakan Perlindungan Korban dalam Dugaan Pelecehan Seksual
Legislator PKS: Terjadi Ketimpangan Dalam Pengelolaan Mudik 2026
Menurut dia, sikap itu diperlukan karena kondisi negara saat ini sedang tidak baik. Terlebih, Tanah Air masih berjuang menuntaskan pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi nasional.
Perjuangan tersebut, kata Yudo, menuntut peran dan partisipasi komponen bangsa. Dia memastikan TNI selalu dan akan terus hadir dalam menjawab setiap kesulitan serta permasalahan yang dihadapi rakyat.
"TNI selalu siap menjalani tugas yang diberikan negara untuk kepentingan rakyat sesuai kewenangan dan kepercayaan yang diberikan. Hal ini telah dilaksanakan dalam bentuk pelaksanaan tugas OMSP sesuai dengan amanat UU TNI," tegasnya.
Keyword : Warta DPR fit and proper test KSAL Yudo Margono Panglima TNI