Hanif Minta Isu TKA China Jangan Dibuat Lebay

Senin, 23/01/2017 17:40 WIB

Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri mengatakan banyak pihak yang berusaha melakukan penyesatan informasi terkait keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China. Padahal, isu yang berkembang tentang ancaman TKA asal China berbeda dengan fakta dilapangan.

Hanif berharap tidak ada lagi isu miring yang bertendensi menyudutkan pemerintah dengan mempolitisir isu TKA asal negeri Tiongkok tersebut. "Kita juga minta tolong jangan dilebay-lebayin, di gede-gedein," ujar Hanif.

Ia mencontohkan, bagaimana kabar tentang TKA asal China diplintir seolah mengancam kedaulatan bangsa. Padahal, kata dia, tindakan yang dilakukan para TKA asal china tersebut menunjukkan perilaku yang wajar.

"Misalnya ada laporan. Wah disana ada orang China sedang transaksi pak, transaksinya pake Yuan (mata uang China) katanya. Terus so what gitu loh kalo pake Yuan. Saya aja kalo di Mekkah pake Rupiah. Kalo kemudian di Batam sana, orang bisa transaksi Dolar Singapura. Di Entikong, orang bisa transaksi pake Ringgit. Terus apa yang jadi soal," ucap Menteri dari PKB ini.

Selain itu, Hanif juga menyinggung adanya penyebaran isu tentang keberadaan pekerja China yang ditempatkan di pulau-pulau terpencil. Menurutnya, isu terkait dikemas sedemikian rupa seolah pekerja China tersebut akan menguasasi daerah tersebut.

"Sebenarnya wajar saja di satu daerah ada 100 sampai 200 orang. Seratus aja kok ribut," tandas Menaker.

TERKINI
Sekjen Golkar Resmi Luncurkan Buku Kekuasaan Yang Menolong Hari Kartini 21 April 2026 Apakah Libur Nasional? Ini Penjelasan Resminya Legislator Golkar: Harga BBM Subsidi Tak Naik, Daya Beli Tetap Terjaga KPK Serahkan Barang Rampasan Senilai Rp3,52 Miliar ke Lemhannas