Kurikulum Merdeka Kesempatan Sekolah 3T Kejar Ketertinggalan

Minggu, 27/11/2022 16:27 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim berharap para guru dapat membantu mengomunikasikan Kurikulum Merdeka kepada kepala sekolah dan orang tua.

Pasalnya, di daerah terpencil terjadi beberapa miskonsepsi dalam implemtasi Kurikulum Merdeka, seperti sekolah merasa dipaksa atau belum siapb dalam penerapannya.

Bahkan, lanjut Nadiem, banyak orang tua yang merasa Kurikulum Merdeka hanya lebih banyak melakukan projek saat pembelajaran.

"Justru Kurikulum Merdeka memberikan kesempatan bagi sekolah di daerah tertinggal untuk mengejar ketertinggalan, untuk melakukan percepatan kemajuan," kata Nadiem dalam dialog bersama guru-guru Ikatan Guru Indonesia (IGI) beberapa waktu lalu.

"Dalam pembelajaran memang berbasis projek sehingga siswa akan lebih banyak berkolaborasi secara aktif dengan guru, dan kemampuan itu harus dilatih sejak sekolah," imbuh dia.

Mendikbudristek menambahkan bahwa Kurikulum Merdeka merupakan perampingan dari materi kurikulum sebelumnya hingga 30 persen.

"Dari semua yang kita lakukan ini untuk mempermudah guru dan kepala sekolah, karena kami percaya mereka adalah pemimpin perubahan," jelas Mendikbudristek.

Danang Hidayatullah selaku Ketua Umum IGI berkomitmen akan mendukung program-program yang telah diluncurkan Kemdikbudistek.

"Kami semua bergerak agar berdampak bukan hanya untuk guru lainnya, tetapi juga untuk murid-murid sebagai generasi penerus masa depan," kata Danang.

TERKINI
Hari Lahir Pancasila, Arief Prahumanto Tulis Surat dari Salemba PTPN I: Pancasila Jangkar Moral Hadapi Tantangan Global 3 Tokoh Utama Perumus Pancasila dan Kontribusi Pemikiran Emasnya KPK Ungkap 20 Forwarder Terseret Korupsi di Ditjen Bea Cukai